Loading...

Selasa, 28 Juni 2011

laporan KKN kelompok dan pribadi


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk kegiatan yang memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup ditengah-tengah masyarakat di luar kampus. Sekaligus sebagai proses pembelajaran serta mengabdi kepada masyarakat yang sedang membangun dan secara langsung mengidentifikasi serta menangani masalah-masalah pembangunan yang sedang dihadapi. KKN dilaksanakan oleh perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan misi dan bobot pendidikan pada mahasiswa untuk mendapat nilai tambah yang lebih besar pada pendidikan tinggi.
KKN ( Kuliah Kerja Nyata) dilaksanakan dimasyarakat diluar kampus dengan maksud meningkatakan relevansi pendidikan tinggi dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat akan ilmu pengetahuan. Teknologi agama serta seni untuk melaksanakan pembangunan yang makin meningkat serta meningkatkan persepsi mahasiswa tentang relevansi antara landasan teori yang diperoleh dibangku perkuliahan untuk diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat secara nyata.         Bagi mahasiswa kegiatan KKN merupakan pengalaman belajar baru yang tidak diperoleh didalam kampus. Dengan selesainya KKN mahasiswa memiliki pengetahuan , kemampuan dan kesadaran baru tentang bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Secara sosiologis dalam kemandirian manusia bahwa interaksi sosial adalah kebutuhan yang paling mendasar dalam menjalankan proses hidupnya. Interaksi sosial ini terbangun sebagai konsekuensi logis dari kesadaran manusia bahwa kebutuhan pada sisi–sisi tertentu kemanusiannya tidak dapat tercapai tanpa interaksi dengan sesamanya. Artinya manusiapun harus cerdas untuk menemukan model komunikasi yang mampu menjawab segala kebutuhan-kebutuhan tersebut tanpa ada diskriminasi atau dengan kata lain komunikasi yang terbangun harus mampu mengakomodir semua kepentingan, menyatukan dan mensinergiskan gerakan segala elemen masyarakat dalam struktur sosial yang sangat kompleks.
Saling tolong-menolong, saling menghargai, adanya pengakuan terhadap hak-hak individu, munculnya simpati, empati dan kepedulian sosial serta segala bentuk tindakan sosial yang banyak kita saksikan dalam aktivitas keseharian kita adalah manifestasi dari cita-cita mulia untuk memenuhi kebutuhan manusia tersebut. Makanya pranata sosial yang terbangun dalam masyarakat (community) harus dapat menciptakan keteraturan sosial, menjamin stabilitas sosial, jaminan rasa aman yang di peroleh setiap anggota masyarakat, menciptakan suasana yang nyaman dan tentram serta jaminan keselamatan lain.
Institusi Pendidikan tinggi adalah adalah salah satu elemen Bangsa yang turut bertanggung jawab dalam usaha pencapaian cita-cita ideal Negara tersebut. Pendidikan tinggi merupakan benteng terakhir dalam menghadapi segala goncangan dan problematika kebangsaan. Pendidikan tinggi harus mampu berperan sebagai produsen pengetahuan, laboratorium pengujian kebenaran, menjaga aset pengetahuan, mampu mendiagnosa penyakit dan prolematika kebangsaan serta menformulasi resep alternatif yang solutif terhadap penyakit dan problematika tersebut, secara aktif dan kreatif menyusun metodologi yang proporsional dan profesional untuk mengaplikasikan segala gagasan dalam bentuk tindakan yang riil di masyarakat. Secara umum konsep operasional itu tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah salah satu bentuk mengejawantahan tri dharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat karena mahasiswa diberi kesempatan secara langsung bersentuhan dengan masyarakat untuk mengaplikasikan segala bentuk pengetahuan yang telah diperoleh di perguruan tinggi sekaligus Kuliah Kerja Nyata adalah ruang pembelajaran yang baru bagi mahasiswa untuk pengembangan dirinya.
B.     Dasar Hukum
Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang lahir dalam proses pembangunan, pada hakekatnya adalah pelaksanaan dari Falsafah Pendidikan yang berlandaskan Undang-undang Dasar 1945. Disamping itu, Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata ini juga berdasarkan kepada perundangan-perundangan dan peraturan lainya, yaitu :
·         Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada hakekatnya adalah pelaksanaan dan merupakan falsafah pendidikan yang berlandaskan pada UUD 1945 dan UU No. 22 tahun 1961 dalam rangka pengamalan Tri Dharma perguruan tinggi.
·         Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bagian integrasi dikurikulum pendidikan tinggi yang penerapannya berdasarkan amanat Presiden Republik Indonesia yang menganjurkan dan mendorong setiap mahasiswa untuk bekerja membentuk mayarakat, memecahkan persoalan pembangunan sebagai bagian dari kurikulumnya
·         Ketetapan MPR No. 11/MPR/1973 tanggal 22 maret 1973 yaitu tentang Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang memuat persoalan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembinaan generasi muda.
·         Ketetapan MPR No. 11/MPR/1983 bahwa pendidikan dikembangkan peranannya yang antara lain diarahkan untuk mendidik mahasiswa agar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi berjiwa penuh pengabdian serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap masa depan Bangsa dan Negara.
·         Amanat Presiden Republik Indonesia tanggal 15 Februari 1975
·         Pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan didalam kebijaksanaan dasar pengembangan pendidikan tinggi tanggal 17 februari 1975 yang isinya antara lain pendidikan tinggi harus menjadi penghubung antara lain pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dengan masyarakat.
·         Panduan pelaksanaan peneltian dan pengabdian kepada masyarakat.
·         Pedoman Akademik STKIP Taman Siswa Bima tahun 2009- 2010
C.    Maksud Dan Tujuan KKN
Adapun Maksud dan Tujuan dari Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini adalah sebagai berikut :
1.      Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi strata satu di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Kabupten Bima.
2.      Sebagai implementasi dari Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan & Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat.
3.      Memberikan pengalaman belajar bagi Mahasiswa tentang pembangunan masyarakat dan pengalaman kerja nyata pembangunan.
4.      Menjadikan lebih dewasanya kepribadian Mahasiswa dan bertambah luasnya wawasan Mahasiswa.
5.      Memacu pembangunan masyarakat dengan menumbuhkan motivasi kekuatan sendiri.
6.      Mendekatkan Perguruan Tinggi kepada masyarakat, Menjalin relevansi Perguruan Tinggi dengan kebutuhan masyarakat

D.    Sasaran KKN
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa STKIP Taman Siswa Bima Angkatan ke IV Tahun 2011, mempunyai tiga kelompok sasaran yaitu Mahasiswa, Masyarakat bersama Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi, dengan mendapatkan manfaat dari sasaran tersebut yaitu :

a.  Bagi Mahasiswa
1.) Memberikan Pengalaman langsung untuk memberikan konsep-konsep ilmu pengetahuan yang telah diperoleh Selama menempuh pendidikan di STKIP Taman Siswa Bima.
2.) Menemukan dan menerapkan konsep ilmiah yang telah dimilikinya secara komprehensif.
3.) Melibatkan diri secara langsung dalam proses pembangunan manusia.
4.) Menjalin kerjasama dengan  pihak-pihak yang terkait secara serasi, selaras dan sejalan.

b.    Bagi Masyarakat dan Pemerintah Daerah
a)      Membantu masyarakat dan Pemerintah Daerah dalam pelaksaaan pembangunan terutama dalam bidang Pendidikan, Persekolahan, dan Pendidikan luar sekolah.
b)     Meningkatan Kesadaran masyarakat untuk aktif dalam pembangunan Desa.
c)      Membantu masyarakat dan Pemerintah Daerah dalam mengembangkan kemampuan kader-kader penerus pembangunan Desa.

c.    Bagi STKIP Taman Siswa Bima :
1)       Mewujudkan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi secara terpadu, selaras dan seimbang dengan kebutuhan  masyarakat.
2)       Mendapatkan umpan balik dari masyarakat guna  memperbaiki kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
3)       Memantapkan program KKN sebagai sarana belajar praktis yang efektif dan efisien.

E.     Lokasi Dan Waktu KKN
a.  Lokasi.
Wilayah pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan IV Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima, berlokasi di Kecamatan Donggo yang terdiri atas 8 Desa, yaitu :
a.       Desa O’o
b.      Desa Mpili
c.       Desa Mbawa
d.      Desa Bumi Pajo
e.       Desa Palama
f.       Desa Kala
g.      Desa Doridungga
h.      Desa Rora

Dan pada kesempatan ini kami selaku peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok I (satu) ditempatkan di Desa O’o dengan beranggotakan sebanyak 11 Orang, dari berbagai jurusan yang ada di kampus STKIP Taman Siswa Bima.

b. Waktu
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) STKIP Taman Siswa Bima dilakukan dalam tiga tahap yaitu  :
                           a.      Diklat KKN dilaksanakana pada tanggal 7 Februari sampai 9 Februari 2011.
                          b.      Pelepasan oleh Bapak Ketua STKIP Taman Siswa Bima tanggal 9 Februari 2011.
                           c.      Kegiatan Kuliah kerja nyata di lapangan akan dimulai dari tanggal 9 Februari  sampai dengan 9 April 2011.


F.     Peserta KKN
Peserta KKN kelompok I Desa O’o  merupakan mahasiswa semester VII Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima, berjumlah 11 orang terdiri dari 7 laki-laki dan 4 perempuan dari berbagai jurusan yaitu jurusan Sejarah. Penjaskes, Fisika, dan Bahasa Inggris, yaitu :
·         Rusnadin                        ( Penjaskes )
·         Abdul Gafur                  ( Sejarah )
·         Dodi Cahyadi                ( Penjaskes )
·         Didi Miswan                  ( Penjaskes )
·         Ardiansyah                    ( Penjaskes )
·         Safamarwan                   ( Penjaskes )
·         Nurhidayati                    ( Penjaskes )
·         Yuliana. R                      ( B. Inggris )
·         St. Sarah                                    ( Fisika )
·         Erna Komalasari            ( Penjaskes )
·         Saifullah                         ( Sejarah)


G.    Peranan Mahasiswa Dalam Kegiatan KKN
A. Mahasiswa berperan sebagai komunikator
Dalam pendidikan mahasiswa berperan sebagai komunikator yang berhubungan dengan pendidikan. Contoh kegiatannya setiap mahasiswa ikut membantu dalam pembelajaran di dalam kelas dan sekaligus memberikan penyuluhan kepada siswa akan pentingnya belajar minimal 9 tahun .

B. Mahasiswa berperan sebagai dinamisator
Dalam Pendidikan mahasiswa berperan sebagai penggerak dalam masalah pendidikan. Dalam hal ini seorang mahasiswa fakultas keguruan harus dapat memberikan contoh pembelajaran didalam kelas sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan oleh pemerintah dan berlaku didunia pendidikan.

C. Mahasiswa berperan sebagai motivator
Dalam Pendidikan mahasiswa harus dapat memberikan motivasi atau pendorong semangat kepada siswa bahwa pendidikan sangatlah penting untuk masa depan dalam meraih cita-cita. Contoh kegiatan yang dilakukan oleh peserta KKN adalah memberikan dorongan kepada siswa untuk sekolah minimal 9 tahun harus dicapai.



D. Mahasiswa berperan sebagai trainer
Dalam pendidikan mahasiswa harus dapat memberikan pelatihan kepada siswa terhadap suatu kegiatan yang berhubungan kegiatan sekolah. Contihnya pelaksanaannya dalam kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolah seperti latihan pramuka, olahraga dan lain sebagainya.


























BAB II
GAMBARAN UMUM LOKASI DESA

A.    Kondisi Geografis
Desa O’o Kecamatan Donggo luas wilayah  Km, Desa O’o ini berbatasan dengan Desa Kala di bagian utara, Desa Doridungga di bagian Timur, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Mpili, dan sebelah barat berbatasan dengan Hutan Tata Negara. Pemerintahan Desa O’o Kecamatan Donggo membawahi 4 dusun, RW 4 dan RT 10, Desa O’o ini berada pada wilayah yang datar dan sebagian lainnya berada pada wilayah dengan topografi berbukit-bukit. Secara keseluruhan wilayah Desa O’o Kecamatan Donggo berada pada ketinggian antara 20- 75 meter di atas permukaan laut.
B.     Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Berdasarkan sensus, penduduk pada tahun 2010 Desa O’o Kecamatan Donggo berjumlah sebanyak 1.150 jiwa, dengan penduduk laki-laki sebanyak 1084 orang, sedangkan sisanya sebanyak 1.055 orang perempuan. Secara rata-rata , setiap kilometer persegi wilayah di Desa O’o  ini didiami oleh 110 penduduk. Desa O’o merupakan desa dengan kepadatan penduduk terbesar yaitu 447 jiwa per kilometer persegi, sedangkan yang terendah adalah Dusun Langgentu sering dengan kepadatan 29 jiwa per kilometer persegi. Rasio jenis kelamin sebesar 41,10 persen yang berarti setiap 41 penduduk perempuan terdapat 40,0 penduduk laki-laki.
C.    Orientasi Terhadap Potensi dan Kebutuhan Desa.

Kegiatan orientasi dan pengenalan struktural yang ada di tingkat Desa baik secara kondisi masyarakat umum maupun organisasi pemerintahan yang ada di tingkat Desa, merupakan salah satu bentuk kondisi dan orientasi yang begitu realistis. Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bentuk nyata dari Tri Dharrma Perguruan Tinggi sudah selayaknya untuk menganalisa dan mengimplementasikan secara nyata, konverensih dan sistematis.
Anggota Kuliah Kerja Nyata Desa O’o   Kecamatan Donggo langsung melakukan beberapa kegiatan yang di programkan menurut kondisi dan struktural yang ada di masyarakat. Salah satunya adalah melakukan pengenalan terhadap masyarakat di sekitar dan melakukan orientasi terhadap bidang-bidang garapan di desa seperti bidang pemerintahan , kesehatan, pendidikan, pertanian dan lain-lain. Ada beberapa tahap yang dilakukan oleh kelompok kami antara lain:
Observasi terhadap bidang garapan yang ada di Desa O’o.
1.              Pendataan (investigasi )
2.              Perencanaan (Planning)
3.              Pelaksanaan program
4.              Evaluasi
Hampir lima hari kami rekan-rekan KKN berusaha melakukan kegiatan untuk mendapatkan data karena untuk membuat suatu program yang nyata dibutuhkan data dengan melalui pengenalan terhadap kebutuhan dan potensi desa.

D.    Potensi Desa
1.      Luas Wilayah Desa O’o
Luas Wilayah desa O’o :  15,62  Ha
a.       Luas Desa / Kelurahan
·         Luas pemukiman                 : 17 ha/m2
·         Luas persawahan                : 162 ha/m2
·         Luas perkebunan                 : 323 ha/m2
·         Luas kuburan                      : 4 ha/m2
·         Luas perkarangan                : 14 ha/m2
·         Luas perkantoran                : 2,02 ha/m2


b.      Batas Wilayah
1).      Sebelah Utara                   :  Desa Kala
2).      Sebelah Selatan                :  Desa Mpili
3).      Sebelah Barat                   :  Hutan Tata Negara
4).      Sebelah Timur                  :  Desa Doridungga

c.        Ketinggian Tanah dari Permukaan Laut            :  400 M
d.       Banyak Curah Hujan                                         : 1000-2000mm/ Tahun
e.        Tofografi ( Daratan Rendah, Tinggi, berbukit ): 600 m
f.         Suhu Udara Rata-Rata                                          : 27ÂșC
 
Orbitasi ( Jarak dari Pusat Pemerintahan ) :
                                           a.          Jarak dari Pusat Pemerintahan Kecamatan            :   1   Km
                                          b.          Jarak ke Ibu Kota Kabupaten/kota                                      :  60   Km
                                           c.         Jarak ke ibu kota propinsi                                    : 268    Km
                                          d.          Lama jarak tempuh dari ke ibu kota kecamatan                :  0.05   Km.
                                           e.         Lama jarak tempuh dari ibu kota kabupaten         : 3 jam.
                                           f.         Lama jarak tempuh ke ibu kota kabupaten             : 1 jam.
                                          g.         Lama jarak tempuh ke ibu kota propinsi               : 15 jam


2.      Penggunaan Tanah
·         Tanah perkebunan perorangan               :  73 Ha/m2
·         Tanah pemukiman                                  : 17 Ha/m2
·          Perkantoran pemerintahan                     : 3 Ha/m2
·          Bangunan Sekolah                                 : 4 Ha/m2

Adapun keadaan umum luas wilayah Desa O’o menurut Kegunaan adalah sebagai berikut :
No
Penggunaan
Luas (Ha)
1





2.

Pemukiman:
a.    Tanah sawah
b.    Pemukiman
c.    Tanah Desa
d.    Kuburan

Bangunan:
b                                               Perkantoran
c                                                Sekolah
d                                               Pertokoan
e                                                Jalan
f                                                Rumah sakit

699 Ha
17 Ha
 H
4 Ha


3 Ha
4 Ha
- Ha
4 Ha
-
3
Pertanian Sawah:
Sawah pengairan teknis
Sawah tadah hujan

162 Ha/m2
537 Ha/m2

4
Rekreasi dan Olah raga:
lapangan sepak bola
lapangan Bola Voly
lapangan Bulu tangkis
Lapangan tenis meja

- buah
1 buah
-  buah
- buah


3.      Hasil Produksi Pertanian
·         Tanaman pangan
Luas lahan pertanian di Desa O’o adalah 607 Ha, dengan lahan untuk komoditas tanaman pangan seluas 100 Ha, dan untuk komoditas buah-buahan seluas 100 Ha. Jenis komoditas tanaman pangan yang dibudidayakan adalah kacang kedelai dengan luas lahan 325 ha dan hasil 1,20 Ton/Ha, padi sawah dengan luas lahan 162 Ha dan hasil 3 Ton/Ha, padi ladang dengan luas lahan 12 ha dan hasil 2 Ton/Ha, talas dengan luas lahan 1 Ha dan hasil 1 Ton/Ha, tumpang sari dengan luas lahan 20 Ha dan hasil 1 Ton/Ha.
Jenis komoditas buah-buahan yang dibudidayakan adalah sebagai berikut jeruk dengan luas lahan 2 Ha dan hasil 1 Ton/Ha, rambutan dengan luas lahan 25 Ha dan hasil 2 Ton/Ha, pepaya dengan luas lahan 1 Ha dan hasil 0,5 Ton/Ha, pisang dengan luas lahan 4 Ha dan hasil 0,5 Ton/Ha, nangka dengan luas lahan 25 Ha dan hasil 1 Ton/Ha, jambu klutuk dengan luas lahan 30 Ha dan hasil 1 Ton/Ha.
·         Peternakan
Peternakan di desa O’o meliputi peternakan sapi, ayam, bebek, kuda, kambing. Dengan jenis populasi ternak yang ada di desa O’o adalah berdasarkan tabel di bawah ini :
Jenis  Ternak
Jumlah Pemilik
Jumlah Populasi
Sapi
83 orang
224 ekor
kerbau
12 orang
31 ekor
Ayam kampung
376 orang
1.504 ekor
Bebek
3 orang
12 ekor
Kuda
23 orang
53 ekor
Kambing
52 orang
114 ekor
Anjing
12 orang
16 ekor
Kucing
95 orang
107 ekor




·         Perkebunan
Jumlah luas lahan perkebunan di Desa O’o adalah 4.590 m2, dengan pemilikan lahan perkebunan dengan data table di bawah ini :
Jumlah keluarga memiliki tanah perkebunan
153 keluarga
Tidak memiliki Tanah Perkebunan
187 keluarga
Memiliki kurang dari 5 ha
153 keluarga








·         Kehutanan
Luas hutan berdasarkan kepemilikannya adalah 41 Ha berupa lahan perhutani seluas 38 Ha dan milik adat/masyarakat seluas 2 Ha. Luas hutan yang dipakai sebagai kawasan hutan lindung seluas  Ha, dan luas lahan kritis  Ha.

4.      Penduduk
a.  Jumlah penduduk menurut :
1.        Jenis Kelamin :
·          Laki-Laki                                           :  1084 Orang
·          Perempuan                                         :  1055 Orang
·          Kepala Keluarga        laki-laki           :  424 KK
·          Kepala keluarga perempuan              : 23 KK
2.        Kewarganegaraan   :
· WNI                                     :  2139 orang
· WNA                                               :  -        orang
3.        Jumlah penduduk menurut agama :
a.  Islam                                              :  2139 orang
b.  Kristen                                          :  -        orang
c.  Katolik                                          :  -        orang
d.  Hindu                                            :  -        orang
e.  Budha                                            :  -        orang

4.        Jumlah Penduduk menurut usia      :
·                   Kelompok kependidikan
1).  04 – 06 Tahun                        :  50   orang
2).  07 – 12 Tahun                        :  447 orang
3).  13 – 15 Tahun                        :  368 orang

·                   Kelompok tenaga kerja
·         20 – 26 Tahun                        :  47 orang
·         27 – 40 Tahun                        :  43 orang
·         41 – 60 Tahun                        : 33 orang

5.        Jumlah Penduduk menurut tingkat kependidikan
                                                          1.         Lulusan pendidikan Umum    :
·         S-1                                    : 278 orang
·         D-1                                   : 21 orang
·         D-2                                   : 5 orang
·         D-3                                   : 8 orang
                                                        2.          Lulusan Pendidikan khusus     :
·         SD                                    : 118 orang
·         SLTP                    : 117 orang
·         SMA                     : 217 orang

6.        Jumlah Penduduk menurut mata pencaharian
                                                          1.            Karyawan                              : 8        orang
                                                          2.            Wiraswasta                            : 5        orang
                                                          3.            Tani                                       : 404    orang
                                                          4.            Pertukangan                          : 47      orang
                                                          5.            Buruh jasa perdagangan        : 18      orang
                                                          6.            Pensiunan                              : 4        orang
                                                          7.            Guru                                      : 26      orang
                                                          8.            TNI/POLRI                           : 2        orang
                                                          9.            PNS                                       : 34      orang
                                                      10.            Dukun                                   : 6        orang

7.        Jumlah penduduk menurut Mobilitas / mutasi penduduk :
                                                                        1.            Lahir                                           :           orang
                                                                        2.            Mati                                            :           orang
                                                                        3.            Datang                                        :           orang
                                                                        4.            Pindah                                        :           orang


5.      Hasil Kerajinan dan Industri
·         Sector industry kecil dan kerajinan rumah tangga
Tabel sector industry kecil
Tukang batu
6 orang
Tukang sumur
12 orang
Tukang jahit
4 orang
Tukang kue
6 orang
Tukang anyaman
19 orang
Pengrajin
4 orang
Pengusaha perdagangan
12 orang
Buruh jasa perdagangan
6 orang





E.     Sosial Budaya dan Pendidikan
·         Adat Istiadat Yang Masih Dilaksanakan
Desa O’o kecamatan donggo merupakan desa yang masih kental terhadap adat dan istiadat lama dimana masyarakatnya masih menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, toleransi antar warga masyarakat, serta adat  istiadat yang lama.. Dengan keberadaan lembaga adat tersebut,masyarakatnya di desa O’o terikat dengan peraturan-peraturan yang di terapkan dalam lembaga adat itu seperti hal-hal yang menyangkut masalah pencurian, perampokan, pemerkosaan dan hal lain yang menyangkut tentang prilaku masyarakat umum.
Adat istiadat yang masih dilaksanakan adalah di desa O’o adalah musyawarah adat, sanki adat berupa sanki yang diberikan kepada seseorang yang telah melanggar aturan lembaga adat, lewat sanksi inilah hukum adat yang berlaku sekarang di desa O’o, disamping dua hal tersebut di atas hal lain yang menyangkkut masalah lembaga adat adalah upacara adat perkawinan yan masih di terapkan di dalam masyarakat di desa O’o tersebut.

·         Kesenian Yang Menjadi Kesukaaan Masyarakat Desa
kesenian merupakam nilai estetika masyarakat pada umumnya, dimana kesenian itu tumbuh dan berkembang sesuai dengan perkembangan jaman. Seiring dengan gencarnya perkembangan teknologi dan informatika pada jaman sekarang, kesenian yang berkembang pada masyarakat desa O’o adalah kesenian tradisional lama yaitu kasidah rebana. Dengan kesenian ini masyarakat desa O’o masih menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung di dalam syair-syair lagu kasidah yang melambangkan adanya kerukunan antar warga masyarakat dengan sesama warga.

    

·         Pendidikan /Sekolah yang ada di Desa
Pendidikan merupakan salah satu tujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia seutuhnya dan menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila dan falsafa bangsa Indonesia. Oleh karena itu pendidikan di desa O’o mempunyai peranan yang cukup tinggi dimana pendidikan cukup maju dengan adanya pendidikan baik yang formal maupun yang  informal.
Penduduk di desa O’o memiliki latar belakang pendidikan mulai dari SD, SLTP/sederajat, SLTA/sederajat, D-1, D-2, D-3, S-1 dan S-2, dengan mayoritas penduduk rata-rata hanya menyelesaikan pendidikan sampai tingkat Sekolah Dasar. Sekolah yang ada di desa O’o adalah SD yang terdiri dari 2 yaitu SDN dan SDN INPRES, SLTP dan SMA.

Table lembaga pendidikan formal :
Nama
jumlah
Status terdaftar,terakreditasi
Kepemilikan
Jml tenaga pengajar
Jumlah mahasiswa
pemerintah
swasta
Desa/keluraha
TK
2
2
1
1
O’o
7
62
SD
2

2

O’o
47
369
SMP
1

1

O’o
54
357
SMA
1

1

O’o
33
316
SLB
1

1

O’o
6
21S


F.     Kebersihan Lingkungan dan Kesehatan
Penyuluhan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah salah satu yang diarahkan pada upaya pembentukan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan sejak dini. Sehingga sasaran dari penyuluhan tersebut adalah lingkungan Desa O’o yang nantinya akan membiasakan hidup bersih dan sehat mulai dari rumah, halaman, gang, jalan umum dan di lingkungan sekolah.
·         Sumber air minum, mencuci dan mandi
Sumber mata air asli masyarkat yang ada di desa O’o adalah berasal dari sumber mata air dari pegunungan yang alirkan melalui saluran pipa-pipa besar. Dari kondisi tersebut kebutuhan akan air minum bagi masyarakat desa O’o cukup terpenuhi dan menjamin kelangsungan hidup bermasyarakat.
·         MCK
Persediaan MCK bagi warga masyarakat desa O’o merupakan hal penting karena dengan adanya MCK umum bagi masyarakat, maka dalam memenuhi pelayanan yang baik bagi masyarakat adalah khususnya tempat mandi, berak, dan cuci harus ada MCK umum dengan tujuan agar bisa memberikan peayan kepada warga masyarakat umum serta masyarkat pendatang.
·         Pengobatan jika ada keluarga yang sakit.
Kesehatan merupakan hal penting dalan kehidupan masyarakat karena tampa adanya kebutuhan  akan kesehatan segala aktifitas warga maryarakat tidak akan berjalan dengan baik. Dengan kondisi seperti itu warga masyarakat desa O’o mendapatkan pelayanan kesehatan di puskesmas kecamatan. Adanya pelayanan kesehatanmasyarakat Desa O’o, maka kebutuhan akan warga yang sakit tetpenuhi di samping dengan pelayan rumah sakit yang baik dan aman.
·         Keadaan rumah penduduk dan kebersihan lingkungan
Kondsisi lingkungan masyarakat Desa O’o  yang cukup padat dengan penduduknya merupakan hal penting karena keadaan rumah penduduk yang disusun secara bertingkat (berjejer arah berlawanan)  dengan tatanan yang rapi dan bersih. Dengan keadaaan tersebut maka kesehatan merupakan hal yang harus dipenuhi oleh warga masyarakat agar tidak terjadi timbulnya berbagai gejala-gejala dan penyakit yang menyerang warga masyarakat Desa O’o.

G.    Keluarga Berencana (KB)
·         Tanggap pemuka adat/masyarakat terhadap keluarga berencana (KB)



·         Jumlah peserta KB aktif
Keluarga Berencana
Jumlah orang
·         Jumlah pengguna alat kontrasepsi suntik
·         Pengguna metode KB kalender/KB alamiah
·         Penggunan metode KB obat tradisional
·         PUS yang tidak menggunakan metode KB
28 orang
42 orang
26 orang
62 orang



H.    Sarana dan Prasarana
·         Panjang dan luas jalan
Jalan raya merupakan jalur yang menghubungkan daerah yang satu dengan daerah yang lainnya, sebagai pengembangan dalam kelancaran aktifitas masyarakat yang ada di desa O’o, baik untuk pelayanan maupun untuk kelancaran kelangsungan kehidupan masyarakat yang lainnya.




Data transportasi darat yang ada di desa O’o adalaah sebagai berikut :
Jenis sarana dan prasarana
Baik (km atau unit)
Rusak (km atau unit)
Panjang jalan aspal kabupaten yang melewati desa/kelurahan.
1 km
-
Panjang jalan aspal propinsi yang melewati desa/ kelurahan
2 km
-
Jumlah jembatan desa/kelurahan
2
2
Jumlah pangkalan ojek
2 tempat
-
Transportasi darat (truk umum)
4 unit
-
Transportasi darat (ojek)
6 unit
-


·         Jumlah dan jenis alat transportasi
Sarana transportasi darat
Jumlah
Bus umum
1 unit
Truk umum
4 unit
Ojek
6 unit
Sarana komunikasi dan informasi
Jumlah
Sinyal telepon seluler/handpone
ada
Radio
18 unit
Jumlah TV
201 unit
Jumlah parabola
32 unit
Koran/surat kabar
Ada
Majalah
Ada
Papan Pengumuman
Ada



I.       Administrasi Desa Kelembagaan dan Struktur Organisasi Desa
·         Jumlah Perangkat Desa / Kelurahan
·              Kepala Jurusan                                       :  5 orang
·              Kepala Dusun / lingkungan                   :  4 orang
·              Staf                                                        :  10 orang
·         Pembinaan RT/RW
a)           Jumlah RT                                              :  10 unit
b)           Jumlah RW                                            :  4 unit
·         Jumlah Pelayanan masyarakat
a)           Pelayanan Umum                                   : 3        buah
b)           Pelayanan Kependudukan                     : 2        buah
c)           Pelayanan Legalisasi                              :           buah
·         Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
a)         Jumlah wajib pajak (WP)                        : 401 orang
b)         Jumlah SPPT                                           :
c)         Jumlah Ketetapan                                   : 
d)        Jumlah Realisasi                                      :  100%
·         Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
Jumlah anggota BPD                         :  7 orang
Tanggal, Bulan dan Tahun Pembentukan      :

Yang dimaksud dengan kelembagaan desa adalah instansi Vertikal pemerintahan pusat ke tingkat paling bawah yaitu ada pada pedesaan/ kelurahan, yang mendapat otonomi murni. Kelembagaan desa terdiri atas tiga bagian lembaga yaitu Lembaga Pemerintahan , Lembaga Pemberdayaan masyarakat (LPM) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD. Sehingga terjadi hubungan tridarma yaitu :




    DESA                                      BPD


                        
                         LKMD
·         Keuangan dan Sumber Pendapatan Desa
a.       Keuangan
·        Alokasi dana desa                                        : Rp. 46.932.539
·        Pengeluaran aparatur/pegawai                      : Rp. 98.350.000
·        Pengeluaran pembangunan tahun ini            : Rp. 29.170.743
b.        Pendapatan asli desa                         : Rp. 1.700.000                      
c.         Bantuan pemerintah propinsi                        : Rp. 10.000.000
d.        Bantuan pemerintah kabupaten        : Rp. 5.138.204
e.     Sumber pendapatan yang lain : Rp. 74.200.000
f.     Jumlah belanja dan penerimaan desa/kelurahan          :Rp. 127.520.743
·         Keamanan Desa
a.       Pembinaan Hansip
·         Jumlah hansip                     : 4        orang
·      Jumlah hansip terlatih         : 2        orang
b.          Ideologi dan Politik.
  Pemilihan umum tahun  2010-2011
·             Jumlah pemilih                   : 1.293 orang
·             Jumlah penduduk yang memilih                : 972 orang
·             Jumlah partai politik yang memiliki pengurus       : 4 partai
·             Jumlah pengurus parpol dari desa/kelurahan         : 180 orang
·             Jumlah penduduk yang dipilih dalam pemilu legislative   : 5 org
·             Jumlah pemilih presiden/wakil                  : 986 pemilih
·             Jumlah pemilih bupati                                : 1.156 pemilih
·             Jumlah pemilih gubernur                           : 957 pemilih
BAB III
PERMASALAHAN

A.    Bidang Pendidikan/ Sosial Budaya.
Penduduk di desa O’o memiliki latar belakang pendidikan mulai dari SD, SLTP/sederajat, SLTA/sederajat, D-1, D-2, D-3, S-1 dan S-2, dengan mayoritas penduduk rata-rata hanya menyelesaikan pendidikan sampai tingkat Sekolah Dasar. Sekolah yang ada di desa O’o adalah SD yang terdiri dari 2 yaitu SDN dan SDN INPRES, SLTP dan SMA.
Dengan adanya perkembagan pendidkan tersebutt maka masalah yang menyangkut dalam bidang pendidikan adalah :
·         Kurang adanya partisipasi masyarakat dalam pengembagan pendidikan ssejak usia dini.
·         Adanya pengaruh perkembangan teknologi dan informatika.
·         Keadaan ekkonomi kluarga yang cukup memprihatinkan dalam pengembangan pendidikan untuk melanjutkan studi ke yang lebih tinggi.
Desa O’o kecamatan donggo memiliki budaya dan adat istiadat yang cukup tinggi yaitu lembaga adat istiadat. Untuk kelembagaan masyarakat yang formal atau informal sudah ada dan berjalan cukup baik, misalnya kegiatan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga seperti PKK, posyandu, dan sebagainya. Kemudian untuk kegiatan pemuda di desa ini belum cukup menonjol, seperti karang tarunanya, karena mungkin dikarenakan kesibukan mereka masing-masing sehingga tidak cukup waktu yang disisihkan untuk berkegiatan di karang taruna. Masyarakat Desa Gunung Pelawan terdiri dari empat etnis yakni Mbojo, jawa, makasar, sumba. Mayoritas masyarakat Desa Gunung Pelawan adalah etnis Mbojo.




B.     Bidang Kebersihan Lingkuangan dan Kesehatan Masyarakat.

Kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat Desa O’o dirasa kurang. Rutinitas penduduk pergi ke kebun pada pagi hari dan baru pulang sore hari menjadi salah satu faktor penyebab terabaikannya kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Faktor lain yang sangat berpengaruh adalah kondisi social ekonomi masyarakat yang tidak memadai untuk kebutuhan hidup masyarakat Desa O’o.
Banyaknya peternakan sapi dan Kambing di Desa O’o yang berkeliaran di lingkungan warga masyarakat Desa O’o diduga berpengaruh pada kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat di Desa O’o. Hal ini terlihat dengan ditemukannya kotoran sapi, kuda dan kambing di beberapa jalan dan gang-gang yang ada di lingkungan Desa O’o. Kurangngnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan kesehatan  juga terlihat dari tempat-tempat pengambilan air minum dan tempat mandi yang terdapat di setiap dusun di Desa O’o.
Kesadaran warga Desa O’o Kecamatan Donggo akan pentingnya menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan serta kesehatan terlihat masih kurang. Hal ini disebabkan karena kesibukan mereka dalam menjalankan rutinitas pekerjaan yang banyak menyita waktu. Rata-rata aktivitas keseharian mereka adalah berangkat ke kebun, sawah dan ladang pada pagi hari dan pulang pada sore hari. Hal ini mengakibatkan waktu yang tersisa untuk mengurusi urusan lain diluar pekerjaan sangat sedikit, termasuk mengurusi lingkungan kebersihan dan kesehatan masyarakatnya. Sehingga lingkungan terlihat kurang terawat karena rendahnya kepedulian penduduk terhadap kebersihan lingkungan Desa O’o.





C.    Bidang Keluarga Berencana (Kb)
Dalam kehidupan bermasyarakat keluarga merupakan hal utama untuk membina rumah tangga, tetapi karena adanya program pemerintah yang mencanakan program KB bagi warga negaranya. Di desa O’o program KB


D.    Bidang Sarana Dan Prasarana
Keadaan yang dapat menunjang kebutuhan sarana dan prasarana bagi masyarakat desa O’o merupakan hal utama dalam kebutuhan bermasyarakat baik untuk menunjang kebutuhan pemerintahan desa maupun untuk kebutuhan yang lainya.
Adanya sarana dan prasarana yang memadai dalam menunjang fasilitas dan kebutuhan masyarakat dapat meningkatkan potensi desa di segala bidang, sarana dan prasaran yang ada di desa O’o yang dapat meningkatkan kebutuhan adalah : sarana pendidikan, keagamaan , pemerintahan desa, kebutuhan masyarakat (ekonomi, sosial budaya)


E.     Bidang Produksi

Dari segi ekonomi, mata pencarian pokok masyarakat Desa O’o adalah bertani. Pedangan, disamping dari dua mata pencarian tersebut ada juga melakukan aktifitas sebagai wartawan.  Sumber mata pencaharian penduduk Desa O’o
sebagian besar adalah buruh, dari hasil produksi yang diperoleh masyarakat Desa O’o sebagia ada yang digunakan untuk berdagang dan sebagian lagu dijualbelikan ke pasar-pasar sila maupun ke pasar bima. Adapun hal-hal yang menyangkut masalah hasil produksi masyarakat Desa O’o adalah :
·         Belum adanya sarana dan prasarana yang mencukupi kebutuhan masyarakat khussunya para petani.
·         Kondisi sosial masyarakat yang cukup tinggi dari segi materialnya.
·         Hasil produksi pertanian tidak mencukupi kebutuhan masyarakat Desa sehingga fasilitan untuk kebutuhan masih minim untuk dipenuhi.
·         Perana para pengusaha dalam mengembangkan hasil produksi pertanian masyarakat Desa O’o masih kurang dalam

F.     Bidang Administrasi Dan Pemerintah Desa
Pengembangan dalam bidang administrasi desa O’o merupakan jalan menuju suksesnya pemerintahan desa yang bersih, aman, dan palayanan yang baik bagi warga masyarakat pada umumnya. Untuk merealisasikan pelayanan masyarakat yang ada di Desa O’o dibutuhkan administrasi yang baik seperti perangkat-perangkat desa dan pemerintahan desa agar dalam pelayanan masyarkat tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan oleh warga masyarakat pada umumnya. Hal-hal yang menyangkut dalam memenuhi kebutuhan adaminstarsi desa adalah :
·         Perangkat desa (kepdes, sekdes, kaurdesa serta jajarannya)
·         BPD
·         LPM/LKMD
·         Toma
·         Toga
·         Masyarakat
·         Tokoh pemuda (karang taruna)








G.    Pengembangan Potensi Desa
Potensi desa merupakan hal utama dalam Pengembangan kondisi dan wilayah desa O’o, sehingga kebutuhan penduduk akan terjamin dengan baik dan sederhana, melalui potensi inilah masyarakat akan mengetahui bagaiman keadaan lingkungan, penduduk, masyarakat dan tempat tinggal masyarakatnya. Disamping hal di atas yang lebih penting adalah masalah kesejahteraan masyarakat dengan kondisi yang saat ini berkembangan, karena potensi Desa merupakan factor pendorong dalam usaha pengembangan desa tertentu. 






















BAB IV
PROGRAM KEGIATAN KKN DI DESA

    1.          PROGRAM POKOK
A.    Penyuluhan dalam usaha meningkatkan produksi pertanian
Penyuluhan dalam usaha meningkatkan produksi pertanian ini diprioritaskan bagi para petani. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang produksi  pertanian, meningkatkan pengetahuan petani tentang pengembangan hasil produksi pertanian pada tanaman.
\-
B.     Pembinaan administrasi dan pemerintah desa
Di desa O’o, pusat kegiatan pemerintahan berada di balai desa yang terletak di depan jalan kabupaten menuju ibu kota kecamatan. Aparat yang bertugas untuk mengurus administrasi didesa ini adalah kepala Desa, sekretaris desa, kepala dusun sebanyak empat  orang, kaur pembangunan, kaur pemerintahan, kaur keuangan dan kaur umum. Selain itu juga terdapat Lembaga Pengembangan Masyarakat (LPM) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang mempunyai hubungan koordinatif dengan kepala desa. BPD bertugas memberi saran untuk kegiatan pembangunan.

C.    Analisis dan pengembangan potensi desa
Desa O’o dikelilingi oleh pegunungan dan berbukitan, Lingkungan kampung Desa O’o masih hijau dengan jalan yang masih sedikit yang belum di aspal. Terlihat ada banyak sawah, kebun, dan ladang, terutama yang mendominasi adalah kebun jambu dan kebun mangga. Selain itu banyak dibudidayakan tanaman lainnya seperti cabe, pisang, dan komoditas sayuran lain. Banyaknya kebun di desa ini lebih disebabkan suhu dingin dan udara sejuk yang sangat mendukung untuk bertanam sayuran.
Lingkungan kampung masih terasa asli, tetapi jumlah pohon cukup rindang dibandingkan wilayah desa yang luas lainnya. Hal tersebut menjadikan jalan-jalan di kampung terasa sedikit . Di kampung ini juga banyak ditemukan kandang kambing, sapi, yang terletak di sekitar rumah warga karena sebagian besar masyarakat berternak kambing,  sapi disamping ada yang berternak hewan lain.


D.    Kebersihan lingkungan desa
Penyuluhan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah salah satu program kegiatan kerja yang diarahkan pada upaya pembentukan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan sejak dini. Sehingga sasaran dari penyuluhan tersebut adalah masyarakat, dan lingkungan tempat tinggalnya  yang nantinya akan membiasakan hidup bersih dan sehat mulai dari rumah, lingkungan dan jalan raya. Materi penyuluhan yang dibicarakan pada penyuluhan kebersihan lingkungan adalah menjaga kebersihan lingkungan baik lingkungan tempat tinggal maupun lingkungan di sekitarnya termasuk di gang-gang dan parit yang melintasi pertengahan kampong desa O’o.





  2.      PROGRAM PILIHAN
Jenis program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) STKIP Taman Siswa Bima Angkatan ke IV Tahun 2011 Desa O’o Kecamatan Donggo Kabupaten Bima yang dilaksanakan di dasarkan pada hasil rumusan pada Seminar Program Kerja KKN yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa O’o. pada tanggal 10 Februari 2011 dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat yakni Kepala Desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, toko agama, BPD, ketua RT, RW dan kepala Dusun se desa O’o serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STKIP Taman Siswa Bima Angkatan ke IV Tahun 2011.
Adapun jenis program pilihan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa STKIP Taman Siswa Bima Angkatan ke IV Tahun 2011 Desa O’o yang telah terealisasi adalah sebagai berikut :
1.      Gerakan Jum’at Bersih
Gerakan Jumat bersih adalah gerakan massal pembersihan desa dengan mesjid secara serentak dan kontinu setiap hari Jumat. Gerakan ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan kepada masyarakat untuk senantiasa secara aktif menjaga kebersihan lingkungan dan budaya hidup bersih yang di mulai dari diri sendiri, lingkungan rumah tangga sampai .pada ruang publik. Kegiatan ini dikordinir langsung oleh Koordinator Desa (KORDES) di setiap desa masing-masing yang dilaksanakaan setiap minggunya.
2.      Pendidikan
Bimbingan belajar untuk anak SD, SMP dilaksanakan di dua tempat yaitu SDN Kala (Langgentu) dan SDN O’o   yang masing-masing tempat  dikoordinir langsung oleh kordes lapangan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa (i) tentang pelajaran baik pelajaran IPA, IPS dan Olahraga.  Bimbingan belajar tersebut berlangsung selama enam minggu dengan pertemuan tiga kali seminggu selama 2 bulan berada dilokasi KKN dan yang dicapai 100% karena telah berjalan sesuai dengan tujuan dan rencana.















BAB V
PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN KEGIATAN KKN DI DESA
A.    Pembahasan Pelaksanaan KKN di Desa
  1. Sosialisasi Program KKN
Sebelum dilaksanakan kegiatan-kegiatan inti, diadakan sosialisasi terlebih dahulu dengan aparat pemerintah desa, ketua RW, dan tokoh masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menjelaskan maksud kedatangan mahasiswa KKN STKIP Taman Siswa Bima ke desa tersebut. Sosialisasi dimulai pada hari Rabu tanggal 10 Februari 2011 dengan mendatangi balai desa O’o untuk menginformasikan bahwa desa tersebut adalah salah satu desa yang dijadikan tempat KKN dari Yayasan Lembaga Pendidikan Taman Siswa Bima . Salah satu kelompok yang ditempatkan di desa tersebut adalah kelompok KKN yang membawa program ”Pengelolaan Lingkungan Hidup”. Setelah diadakan perbincangan dengan aparat desa, akhirnya mahasiswa KKN STKIP ”Pengelolaan Lingkungan Hidup” di tempatkan di Dusun  I  Desa O’o Keacamatan Donggo, dengan pertimbangan bahwa kesadaran warga masyarakat akan lingkungan hidup di Desa O’o tersebut masih kurang.
Pada hari sabtu tanggal 12 – 21 Februari 2011 dilaksanakan silaturrahim dengan warga Dusun I, Dusun II, Dusun III, Dusun IV Desa O’o dalam kegiatan sosialisasi kegiatan mahasiswa. Mahasiswa KKN STKIP Taman Siswa Bima memperkenalkan diri ke Kantor Desa serta menjelaskan maksud kedatangannya ke Desa O’o . Warga masyarakat kampong Desa O’o khususnya di empat ( 4 ) Dusun sangat terbuka menerima kedatangan mahasiswa. Mereka menyambut dengan antusias disertai dengan sikap yang ramah, sehingga dengan kondisi masyarakat seperti itu, diharapkan kedepannya akan sangat membantu melaksanakan program-program KKN.
Selain silaturahim kepada masyarakat, mahasiswa juga melaksanakan silaturahim ke SD Kala dan SDN O’o, yang nantinya di kedua SD tersebut akan dilaksanakan program bimbingan belajar (Bimbel), sebagai salah satu kegiatan KKN program ”Pengembagan Pendidikan”. Kegiatan ini bertujuan untuk mencerdaskan peserta didik dan mengembangkan potensi anak didik.
  1. Pendataan dan identifikasi potensi, permasalahan serta kebutuhan
Kampung Desa O’o dikelilingi oleh pegunungan dan bukit. Lingkungan kampung masih hijau serta jalannya masih ada sebagian yang belum di aspal.  Terdapat banyak Sawah, ladang, serta kebun banyak ditemukan, kebanyakan terlihat kebun, utamanya kebun jambu dan kebun mangga, hal ini karena iklim di sana sangat cocok untuk daerah perladangan. Lingkungan pedesaan masih terasa asli, tetapi jumlah pohon terlalu banyak, sehingga jalan-jalan di sana agak sedikit gersang. Selain itu juga, di sana banyak ditemukan kandang kambing, karena sebagiaan masyarakat di sana berternak kambing dan sapi.
Mayoritas penduduk di kampung tersebut menggunakan air yang berasal dari gunung yang di alirkan melalui pipa-pipa yang ditempatkan di setiap dusun di Desa O’o. Selain itu karena masyarakat basis petani sehingga banyak memperoleh pendapatan melalui pertanian.
Berdasarkan gambaran di atas, diperoleh kesimpulan tentang data dan identifikasi potensi di sana, antara lain:
    • Tersedianya sumber mata air bersih yang berasal dari gunung, akan tetapi penampungan air di setiap Dusun tidak jarang dibersihkan sehingga dikhawatirkan adanya penyakit yang timbul.
    • Sebagian masyarakat  berbasis petani yang berternak sapi,kambing, sehingga terdapat banyak kotoran sapi dan kambing di jalan, bahkan ada sebagian warga yang membuangnya ke sungai sehingga mengakibatkan pencemaran lingkungan.
    • Masih minimnya kesadaran masyarakat tentang kelestarian dan kebersihan lingkungan.
Sasaran Objek
Berdasarkan permasalahan di atas, yang menjadi sasaran objek dalam kegiatan KKN ini yaitu lingkungan sekolah dan lingkungan pemukiman. Lingkungan sekolah yang dijadikan sasaran adalah Sekolah Dasar Negeri O’o yang terletak di Dusun I dan dusun IV. Adapun lingkungan pemukiman yang menjadi sasaran adalah lingkungan pemukiman yang berada di Desa O’o dusun I, II, III. Dan IV.
Sasaran Subjek
Adapun sasaran subjek dalam program KKN ini yaitu lingkungan Desa, siswa, Sekolah Dasar Negeri O’o dan masyarakat secara umum, khususnya masyarakat yang ada di empat Dusun di kampung O’o.
Sasaran Program
Sasaran program dalam kegiatan KKN ini adalah peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberdayaan masyarakat serta mengelola lingkungan hidup. Hal ini dilakukan dengan cara melaksanakan berbagai program yaitu, pemagaran kuburan umum Desa, bimbingan belajar, jum’at bersih dan kebersihan lingkungan, serta pertandingan futcal antar club se Desa O’o.
Lembaga Pendukung Yang Ada
Di Desa O’o lembaga pendukung yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan hidup pengembagan potensi masyarakat adalah : lembaga adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemerintah Desa serta aparat pemerintahan yang ada di Desa O’o tersebut..
  1. Penyusunan perencanaan dan langkah – langkah kegiatan:
Perencanaan kegiatan periode 10 Februari – 9 Maret 2011  
Waktu
Deskripsi kegiatan
10 Februari 2011
Survey tempat, sosialisasi pertama program KKN ke kepala desa
10 Februari 2011
Penerimaan mahasiswa KKN & sosialisasi program
11 Februari 2011
Pindahan ke tempat kontrakan dan perbaikan tempat posko
12-21 Februari 2011
Berbenah tempat dan adaptasi dengan lingkungan baru, sosialisasi ke sekolah-sekolah serta kebersihan lingkungan desa.
22 Februari 2011
Rapat rencana program kerja KKN
23 Februari- 01 Maret 2011
Silaturahim dengan aparat desa dan tokoh masyarakat dalam rangka sosialisasi kegiatan
01-05 Maret 2011
Identifikasi potensi dan permasalahan Desa O’o Kecamatan Donggo
05-25 Maret 2011
Pelaksanaan program
27 Maret – 4 April 2008
Pelaksanaan program pertandingan Futcal antar Club se – Desa O’o
5 April 2011
Penyusunan laporan KKN
7,8,9 April 2011
Pamit terhadap warga dan aparat desa
10 April 2011
Kembali ke kampus


Deskripsi Langkah-langkah kegiatan yang kami lakukan adalah:

Pada minggu pertama;
Minggu pertama di Desa O’o diagendakan untuk kegiatan silaturahim dan sosialisasi kegiatan kepada masyarakat setempat. Selama kunjungan-kunjungan tersebut diadakan sosialisasikan program-program KKN, dengan harapan warga setempat bisa memberikan informasi tentang potensi-potensi desa khususnya yang berkaitan dengan lingkungan hidup, serta informasi tentang kebersihan lingkungan sekitar. Diharapkan semua informasi tersebut dapat membantu kelancaran program KKN. Diantara rumah yang didatangi mahasiswa adalah rumah (Ketua Rt. 01,02, 04, 06), tokoh agama, tokoh masyarakat serta kepala dusun baik dusun I, II, III dan IV. Mahasiswa juga berkunjung ke SDN dusun langgentu, SDN O’o dimana kedua SDN tersebut merupakan SDN yang yang dijadikan sebagai bimbingan belajar untuk anak-anak SD yang berada di dua dusun di Desa O’o.
Pada Minggu Kedua
Pada minggu kedua mulai dilaksanakan program-program KKN, yang dimulai dengan kegiatan pemagaran kuburan  umum Desa O’o Kegiatan lainnya yaitu melakukan kerja bakti di sekitar mesjid di dua dusun yaitu dusun O’o dan dusun Langgentu dengan masyarakat setempat, yang disertai dengan memberikan sedikit pemahaman kepada mereka tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan. Kelestarian lingkungan masyarakat. Serta kegiatan bimbel  yang dilaksanakan di kantor desa O’o selama 5 hari dari senin hingga jum’at
Pada Minggu Ketiga
Pada minggu ketiga dilaksanakan program selanjutnya yaitu pemagaran kuburan di dusun langgentu. Pada hari senin tanggal 7 – 9 Maret 2011 mahasiswa melakukan pengecatan pagar kuburan di langgentu, kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kebersihan, kelestarian pagar kuburan agar terhindar dari hewan –hewan ternak yang liarnya,  dan  kemudian pada hari jum’at melakukan kebersihan mesjid dengan tujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga kenyamanan masyarakat di mesjid serta. Bertepatan dengan minggu ketiga, ada program rutin kantor Desa yaitu kerja bakti membersihkan jalan utama desa, mahasiswa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Pada minggu ketiga juga, mahasiswa melakukan kebersihan lingkungan masyarakat baik di gang maupun di jalan, kegiatan ini bertujuan untuk menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan Desa serta agar  terhindar dari penyakit  malaria.
Pada minggu keempat
Pada minggu keempat mulai dilaksanakan pengecatan lanjutan pagar kuburan di dua tempat baik dari dusun O’o maupun di dusun langgentu, Selain itu juga, dilakukan pemantauan hasil pengecatan dan perbaikan pagar kuburan. Hasilnya belum dapat terlihat secara signifikan karena waktu pelaksanaan kegiatan pemagaran yang sangat terbatas karena minimnya  partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut. Selanjutnya diadakan rapat rencana kegiatan dalam bidang olahraga yaitu pertandingan Futcal antar Club se – Desa O’o dengan Harapan mahasiswa dapat melaksanakan kegiatan dengan baik, meskipun perlombaan tersebut telah selesai, tetapi semangat dan silaturahmi antar dusun tetap terjaga demi terciptanya masyarakat yang damai dan sejahterah serta menjaga lingkungan sekitarnya tetap terjaga.
Pada minggu kelima
Pada minggu kelima diadakan sosialisasi program kegiatan dan pembuatan papan nama kuburan Desa O’o. Serta mulai dilakukan penyusunan laporan KKN hasil kegiatan selama kurang lebih dua bulan lebih. Pada minggu ini juga dilakukan perpisahan dengan warga setempat untuk pamit pulang.

Rincian langkah langkah kegiatan:
Waktu
Kegiatan
Lokasi
10 Februari 2011
Survey tempat, Sosialisasi pertama program KKN ke kepala desa
Desa O’o
10 Februari 2011
Penerimaan mahasiswa kkn & sosialisasi program
Balai desa O’o
11 Februari 2011
Perbaikan tempat kontrakan (posko)
Rumah Kepala Dusun Langgentu
12 Februari 2011
Kerja bakti (perbaikan halaman kantor desa
Kantor Desa O’o
14 Februari 2011
Rapat rencana program kegiatan KKN
Kantor Desa O’o
15 Februari 2011
Observasi keadaan di dusun langgentu
Dusun langgentu
16 Februari 2011
Kerja bakti (pembersihan kuburan desa O’o).
Kuburan desa O’o
18 Februari 2011
Jum’at bersih (kebersihan lingkungan dan mesjid)
Mesjid Babburahman
21 Februari 2011
Kunjungan ke sekolah
SDN O’o
SMP O’o
SDN Langgentu

22 Februari 2011
Rapat Program kerja
Kantor Desa O’o
23 Februari 2011
 Pembersihan mesjid
Mesjid langgentu
24 Febuari 2011
Gotong royong
Kuburan Umum Desa O’o
4 Mareti 2011
Kerja Bakti
Kuburan langgentu
5 Maret 2011
Gotong Royong
Dusun Langgentu
10 Maret 2011
Kebersihan mesjid
Dusun Langgentu
14 Maret  2011
Kerja Bakti
Kantor Desa O’o
15 Maret 2011
Kerja bakti (pagar)
Kantor Desa O’o
16 Maret 2011
Kebersihan Lingkungan
Dusun O’o
17 Maret 2011
Kerja bakti (pengecetan)
Dusun O’o
20 Maret 2011
Rapat rencana kegiatan (pertandingan)
Kantor Desa O’o
21 Maret 2011
Rapat (panitia futcal)
Posko KKN
22 Maret 2011
Pendaftaran (pertandingan)
Posko KKN
27 Maret 2011
Pertandingan Futcal (pembukaan)
Lapangan Volly desa O’o
5 April 2011
Final pertandingan (penutupan)
Lapangan Volly desa O’o
6 April 2011
Rapat Intern (perpisahan)
Posko KKN
7, 8,  April 2011
Acara Perpisahan (malam)
Lapangan Desa O’o
9 April 2011
Penarikan KKN
Kantor Desa O’o
10 April 2011
Kembali ke kampus
Kampus

Hambatan-hambatan dalam kegiatan KKN
Pelaksanaan Program Kerja Kuliah Kerja (KKN) Mahasiswa STKIIP Taman Siswa Bima Desa O’o Kecamatan Donggo, untuk kegiatan Desa tidak terlepas dari beberapa hambatan dan masalah yang berdampak pada maksimalisasi program kerja. Adapun hambatan dan masalah yang dihadapi yaitu sebagai berikut :
a.       Dana
Dalam pelaksanaan program kerja yang dilakukan banyak memakai dana swadaya/pribadi dari mahasiswa sementara mahasiswa sendiri tidak memiliki dana yang diharapkan untuk mensukseskan apa yang akan direncanakan.
b.      Rendahnya Partisipasi Masyarakat
Kurangnya partisipasi masyarakat setempat dalam pelaksanaan program kerja karena mereka lebih mementingkan pekerjaannya dari pada ikut membantu kegiatan yang dilaksanakan. Hal ini disebabkan karena masyarakat sibuk dengan pekerjaan baik di ladang maupun di sawah serta kultur pemikiran masyarakat yang sudah mengarah kearah pemikiran masyarakat primitif, terlebih lagi didukung oleh kondisi social masyarakat yang memang sudah sangat tinggi.
c.       Terbatasnya Fasilitas Pendukung Kegiatan
Ada beberapa kegiatan yang membutuhkan bahan-bahan yang tidak tersedia di Desa O’o seperti bahan bambu untuk pembuatan pagar kuburan karena belum adanya partisipasi masyarakat dalam menyumbangkan bahan bambu tersebut sehingga sulit untuk merealisasikan program kerja KKN Mahasiswa. Selain itu beberapa sarana penunjang seperti seperangkat komputer juga masih terbatas sehingga beberapa kegiatan yang membutuhkan fasilitas tersebut agak terhambat.




d.      Terbatasnya Kemampuan Teknis
Kemampuan teknis mahasiswa peserta KKN yang terbatas untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat setempat. Apalagi banyaknya usulan dari masyarakat untuk kegiatan fisik yang tidak bisa kami lakukan.
Cara mengatasi hambatan-hambatan yang ada adalah
a.       Menggalang dana melalui list donator di berbagai instansi, baik instansi pemerintah maupun pemerintah swasta yang ada di lingkungan kecamatan donggo.
b.      Kegiatan/pelaksanaan program kerja di laksanakan dengan kerja sama antar pemerintah desa dengan mahasiswa KKN STKIP Taman Siswa Bima Angkatan ke IV Tahun 2010/2011.
c.       Mengkoordinasikan kepada warga masyarakat tentang adanya rencana kegiatan yang dijalankan berdasarkan kesepakan bersama.

B.     Program Pokok
KKN adalah bentuk kongkrit pelayanan mahasiswa terhadap masyarakat, dalam proses pelaksanaan KKN Mahasiswa selaku pelaksana KKN selalu menawarkan program-program kerja yang dapat membantu dalam pengemabangan masyarakat dan desa tempat KKN itu berlangsung. Program-program kerja yang dilaksanakan di desa dapat di bagi menjadi dua bentuk yaitu kegiatan Fisik dan kegiatan Non Fisik. Dengan adanya kegiatan KKN tersebut, maka kami selaku pelaksana KKN di Desa O’o Kecamatan Donggo melaksanakan program kerja yang dijalankan sesuai dengan hasil kesepakatan bersama antara aparat Desa, masyarakat, dengan mahasiswa KKN. Program- program yang dicanangkan adalah sebagai berikut :
1.      Pemagaran Kuburan
Sesuai dengan adanya rencana kegiatan yang dicanangkan oleh Mahasiswa KKN STKIP Taman Siswa Bima Angkatan ke IV Tahun 2011, Program kerja pemagaran kuburan yang dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang di tentukan oleh mahasiswa dan pemerintah Desa brhasil terlaksana dengan baik walaupun tidak sepnuhnya hasil yang di capai. Tujuan dari adanya rencana pmagaran kuburan oleh mahasiswa KKN STKIP Taman Siswa Bima Angkatan ke IV adalah terpeliharannya keindahan dan kebersihan kuburan dari kondisi hewan ternak yang liar dan terjaganya keutuhan kuburan yang baik dan bersih.
Program krja pemagaran kkuburan ini tidak smstinya brjalan dengan baik dan lancara tetapi ada hal-hal yang menghambat kgiatan program tersebut. Hal yang mendorong kgiatan pemagaran kuburan adalah pertama; adanya dukungan dari pemerintah camat, desa, masyarakat, toma, toda  dan pemuda dalam kgiatan pemagaran tersebut, kedua; waktu kegiatan terlaksana sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama-sama antar Desa dengan Mahasiswa KKN. Sedangkan hal-hal yang menghambat kegiatan pemagaran kuburan adalah pertama; kurangnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut, kedua; kurangnya bahan dan alat-alat yang dipergunakan selam kegiatan tersebut berjalan, ketiga; kurangnya kesadaran masyarakat dalam sosialisasi kegiaran kerja karena kesibukan kerja yang lain.

2.      Pembersihan Desa
Penyuluhan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah salah satu program kegiatan kerja yang diarahkan pada upaya pembentukan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan sejak dini. Sehingga sasaran dari penyuluhan tersebut adalah masyarakat, dan lingkungan tempat tinggalnya  yang nantinya akan membiasakan hidup bersih dan sehat mulai dari rumah, lingkungan dan jalan raya. Materi penyuluhan yang dibicarakan pada penyuluhan kebersihan lingkungan adalah menjaga kebersihan lingkungan baik lingkungan tempat tinggal maupun lingkungan di sekitarnya termasuk di gang-gang dan parit yang melintasi pertengahan kampong desa O’o.

3.      Jum’at Bersih
Gerakan Jumat bersih adalah gerakan massal pembersihan desa secara serentak dan kontinu setiap hari Jumat. Gerakan ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan kepada masyarakat untuk senantiasa secara aktif menjaga kebersihan lingkungan dan budaya hidup bersih yang di mulai dari diri sendiri, lingkungan rumah tangga sampai .pada ruang publik. Kegiatan ini dikordinir langsung oleh Koordinator Desa (KORDES) di dua dusun masing-masing yang dilaksanakaan setiap minggunya.
Dalam kegiatan jum’at bersih ini tidak terlepas dari masalah-masalah yang dihadapi seperti factor pendukung dan factor penghambat.
·         Factor pendukung
-          Adanya dukungaan dari berbagai pihak seperti pemerintah desa, tomat, toga dan anggota kepemudaan.
-          Adanya hubungan kerja sama dalam hal kebersihan dilingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang ada di desa O’o.
-          Adanya sarana dan prasarana yang mendukung dalam kegiatan jum’at bersih.

·         Factor penghambat
-          Kurang kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, sehingga kebersihan mesjid tidak terjaga.
-          Kurangnya partisipasi masyarakat dalam hal kebersihan mesjid karena kesibukan kerja.
-           

4.      Bimbel ( Bimbingan Belajar )
Sesuai dengan adanya kegiatan KKN di Desa O’o, maka kami pelaksana kegiatan KKN mencanangkan suatu program kerja yaitu kegiatan Bimbel. Dengan adanya kegiatan tersebut maka pelaksanaan kegiatan KKN Mahasiswa STKIP Taman Siswa Bima Angkatan ke IV Tahun 2011 di Desa O’o dapat membantu masyarakat dan peserta didik dalam mengembangkan pendidikan baik di sekolah maupun di luar sekolah termasuk ( lingkungan masyarakat dan tempat tinggal).
Kegiatan Bimbel ini dilaksanakan selama kegiatan KKN berlangsung yaitu mulai diadakannya program rencana kegiatanyang di mulai pada minggu kedua dari tanggal 15 Februari 2011- 25 maret 2011, yang dilaksanakan secara bergantian dari dua SDN (langgentu dan O’o).
Hal yang mendukung dengan adanya kegiatan bimbel ini adalah sebagai berikut :
-          Adanya Dukungan dari masyarakat, guru, tokoh-tokoh masyarakat dan pemuda.
-          Proses belajar siswa-siswi berjalan dengan baik dan aman.
-          Tersedianya fasilitas yang menunjang kelancaran bimbel tersebut.
Dari hal-hal yang menunjang program kegiatan tersebut, tidak terlepass dari adanya kendala-kendala yang tidak mendukung adanya kegiatan bimbel tersebut. Hal-hal yang tidak mendukung dengan adanya kegiatan tersebut :
·         Kurangnya motivasi anak-anak dalam proses kegiatan bimbel yang kami jalankan khsusnya anak- anak SMP dan SMA.
·         Minimnya fasilitas yang mendukung terhadap proses bimbel siswa-siswi baik di sekolah maupun diposko.
·         Kurangnya proses interaksi antara siswa dengan guru dalam belajar mengajar.
·         Masih ada sebagian anak yang belum memahami tentang materi pelajaran yang diajarkan dalam proses bimbel.

5.      Olahraga
Dalam rangka merealisasikan program kegiatan KKN Mahasiswa STKIP Taman Siswa Bima angkatan ke IV Tahun 2011 di Desa O’o Kecamatan Donggo, turut berpartisipasi dalam menyelenggarakan pertandingan Futcal antar Club se- Desa O’o dibawah koordinasi Kepala Desa O’o. Jenis olah raga dipertandingkan adalah pertandingan Futcal. Kegiatan ini bertujuan sebagai media penanaman nilai sportifitas dan media silaturahmi antara peserta KKN, pemerintah Desa serta segenap masyarakat Desa O’o. Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 27 Februari - 5 Maret 2011 dilapangan Volly Desa O’o.
Kegiatan pertandingan Futcal antar club se desa O’o, tidak terlepas dari hal-hal yang menghambat kegiatan tersebut baik dari luar pentandingan maupun dari dalam pertandingan itu sendiri, hal –hal yang berkaitan dengan kegiatan tersebut adalah hal yang mendukung dan hal tidak mendukung kelancaran kegiatan tersebut.
·         Hal yang menghambat  dalam kegaitan pertandingan
-          Peserta pertandingan futcal antar club di desa O’o masih kurang
-          Adanya perselihan di setiap pertandingan khsusnya pada babak penyisian.
-           
·         Hal yang mendukung dalam kegiatan pertandingan
-          Adanya dukungan dari berbagai pihak seperti pemerintah Desa, karang taruna, tokoh masyarakat, tokoh agama, kepemudaan.
-          Terselenggaranya kegiatan pertandingan dengan baik dan lancar tanpa adanya hambata yang terlalu besar.
-           
C.    Program Pilihan
Pemagaran kuburan
Sesuai dengan adanya rencana kegiatan yang dicanangkan oleh Mahasiswa KKN STKIP Taman Siswa Bima Angkatan ke IV Tahun 2011, Program kerja pemagaran kuburan yang dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang di tentukan oleh mahasiswa dan pemerintah Desa brhasil terlaksana dengan baik walaupun tidak sepnuhnya hasil yang di capai. Tujuan dari adanya rencana pmagaran kuburan oleh mahasiswa KKN STKIP Taman Siswa Bima Angkatan ke IV adalah terpeliharannya keindahan dan kebersihan kuburan dari kondisi hewan ternak yang liar dan terjaganya keutuhan kuburan yang baik dan bersih.

Olahraga
Dalam rangka merealisasikan program kegiatan KKN Mahasiswa STKIP Taman Siswa Bima angkatan ke IV Tahun 2011 di Desa O’o Kecamatan Donggo, turut berpartisipasi dalam menyelenggarakan pertandingan Futcal antar Club se- Desa O’o dibawah koordinasi Kepala Desa O’o. Jenis olah raga dipertandingkan adalah pertandingan Futcal. Kegiatan ini bertujuan sebagai media penanaman nilai sportifitas dan media silaturahmi antara peserta KKN, pemerintah Desa serta segenap masyarakat Desa O’o. Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 27 Februari - 5 Maret 2011 dilapangan Volly Desa O’o.















Program yang tidak dapat dilaksanakan

Secara umum KKN dapat dilaksanakan, namun ada beberapa hal program yang tidak dapat dilaksanakan secara maksimal seperti hal-hal berikut dibawah ini :
1.      Pelaksanaan kegiatan yang biasa dilaksanakan di Desa O’o pagi,  dan siang  hari. Peserta KKN tidak biasa melaksanakan pada sore hari sehubungan dengan waktu yang sangat terbatas termasuk kegiatan bimbel.
2.      Dalam bidang pendidikan peserta KKN tidak biasa memberikan pengarahan kepada orang tua siswa secara khusus untuk memberi pengertian tentang arti pendidikan bagi putra-putrinya.
3.      Masyarakat mengharapkan peran aktif peserta KKN dalam kegiatan gotong royong misalnya dalam kegiatan membersihkan jalan, hal itu tidak dapat dilaksanakan sehubungan waktu, bahan dan alat serta kemampuan yang terbatas.
4.      Generasi muda yang ada di Desa O’o cukup banyak dan potensi sebagi modal untuk memajukan daerahnya. Peserta KKN bermaksud mengadakan pertemuan dengan pemuda untuk membentuk organisasi pemuda tingkat Rt/Rw sebagai wadah kegiatan pemuda secara khusus. Namun hal itu tidak dapat dilaksanakan karena kegiatan peserta KKN cukup padat sedang waktu yang tersedia sangat terbatas.
5.      Tidak biasa melaksanakan koordinasi atau pengarahan kepada masyarakat secara langsung tentang program kerja .

Evaluasi Program
Pada prinsifnya semua program berjalan dengan lancar, namun ada beberapa  hal yang harus dievaluasi secara umum diantaranya :
1.    Kurangnya peserta KKN dikelompok kami, sehingga menghambat program yang dilaksanakan.
2.    Kurang Koordinasi dari peserta KKN, sehingga banyak program yang berbenturan dengan program bidang lain.
3.    Kurangnya dana untuk melaksanakan program.
4.    Kurangnya waktu kegiatan KKN, sehingga banyak program yang tidak dapat dilaksanakan secara umum.
5.    Kurangnya pemahaman masyarakat tentang program yang akan dilaksanakan.
6.    Kurangnya Pengetahuan tentang tata cara pembangunan di desa .
7.    Persefektif yang menganggap mahasiswa sebagai orang yang mengetahui banyak dibandingkan dengan masyarakat.
Namun secara keseluruhan berdasarkan hasil observasi dilapangan, pelaksanaan KKN selama dua bulan itu banyak ditemukan fakta baik positif maupun negativ, hal tersebut merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi kami.
Kehadiran peserta Kuliah Kerja Nyata ( KKN) STKIP Taman Siswa Bima dalam setiap kegiatan mendapat sambutan dan tanggapan positif. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan partisifasi terhadap segala kegiatan dimasyarakat.














BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

            Dengan melihat, mengkaji dan merasakan secara langsung semua kejadian pengalaman selama pelaksanaan KKN di desa O’o kecamatan Donggo kabupaten Bima. Maka kami mencoba untuk menarik kesimpulan sebagai bahan pertimbangan dan kritikan atau usulan yang sifatnya konstruktif dan sebagai bahan kajian untuk meningkatkan pembangunan Desa O’o, serta untuk memajukan Yayasan Lembaga Pendidikan Taman Siswa pada umumnya.

1.      Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat kami kemukakan dalam laporan KKN ini adalah sebagai berikut ;
a         Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) STKIP Taman Siswa Bima di Desa O’o Kecamatan Donggo Kabupaten Bima mendapat sambutan, tanggapan dan perhatian yang cukup baik dari warga Desa O’o.
b        Program memerlukan kesiapan yang matang, yang meliputi kesiapan fisik maupun mental, tak kalah penting ilmu pendidikan dan keterampilan yang memadai sebagai bekal untuk aktivitas dalam kehidupan masyarakat sebenarnya.
c         Pada dasarnya masyarakat sangat memerlukan dukungan untuk dapat meningkatkan kesejateraannya, maka kita sebagai mahasiswa harus menjadi motivator bagi masyarakat Desa O’o.
d        KKN adalah kegiatan yang salah satu fungsinya mengajarkan mahasiswa untuk tampil sebagai motivator masyarakat kearah yang lebih maju
e         Mahasiswa sebagai anggota masyarakat harus lebih banyak belajar dari masyarakat karena mahasiswa itu dipandang sebagai orang yang serba bisa dan serba tahu maka perlu adanya kontrol diri.
f         Dengan adanya kegiatan KKN ini, hubungan antara lembaga perguruan tinggi sebagai sumber ilmu pengetahuan dengan masyarakat dan pemerintah setempat semakin baik, sehingga penanganan di berbagai bidang pembangunan akan terintegrasi.
2.      Saran-saran
a.        Saran Kepada Pihak Lembaga STKIP Taman Siswa Bima
Pihak lembaga sebagai pihak penyelenggara kegiatan KKN seharusnya mempuyai data base terlebih dahulu tentang desa-desa yang ada di Kecamatan Donggo sehingga peserta KKN dapat mengorientasi program kerja secara maksimal.

b.        Saran Kepada Aparat Pemerintah Lokasi KKN
Dari hasil obserbvasi hendaknya pemerintah Desa O’o harus lebih meningkatkan peran dan fungsi Desa sebagai lembaga pemerintahan yang ada di tingkat Desa seperti dalam bidang pembangunan, pendidikan, kebersihan lingkungan, serta koordinasi dengan masyarakat dan organisasi-organisai kepemudaaan khususnya karang taruna yang ada di Desa.

c.         Saran kepada peserta KKN
1.        Diantara para peserta KKN hendaknya menjalin kerja sama dan kekompakan.
2.        Para peserta KKN hendaknya mawas diri dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada.
3.        Para peserta KKN  hendaknya mampu menunjukan peranannya sebagai insan intelektual yang sesungguhnya, mampu melakukan perubahan kearah yang lebih baik dalam menunjang proses pembangunan yang ada.
4.        Hendaknya peserta KKN bersikap lebih dewasa dan bisa menerima serta beradaptasi dengan situasi dan kondisi pada saat KKN.





KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum Wr. Wb Puja dan puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan kepada kehadiratAllah SWT, yang telah memberikan Rahmat, Hidayah, dan Karunia-Nya. Serta saya memanjatkan shalawat serta salam kepada junjungan kita Nabi MuhammadSAW yang menjadi panutan kita hingga akhir zaman. Alhamdulillah laporan KKN Individu STKIP Taman  Siswa Bima Angkatan ke IV ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancar.Dalam melaksanakan kegiatan KKN dan penyusunan laporan ini, penulis mendapatkan banyak bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1.      Allah SWT atas karunia, anugerah, kesehatan, kemudahan dan semua rencana terbaiknya untuk hidupku.
2.      Kedua orang tua dan keluarga kami yang tercinta. Terima kasih atas doa, semangat, motivasi, pemahaman, pengertian, dukungan spiritual maupun material, serta kasih sayang yang tak hingga.

3.      Bapak Drs. H. Sudirman selaku ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Taman Siswa Bima , yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata.

4.      Bapak Asrul Raman, S. Sos, M. Pd selaku ketua LPPM STKIP Taman Siswa Bima Angkatan ke IV Tahun 2011.

5.      Ibu Sri Suryani, S. Pd selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

6.      Semua perangkat Desa O’o yang telah menjadi mentor dan membantu kami selama proses KKN berlangsung..

7.      Teman-teman KKN yang Penuh semangat, Ipul, Sarah, Safa, Dodi, Erna, Didi, Dian, Nur,  Nadi, dan Gafur, atas kebersamaannya sehingga terukir kenangan yang tak terupakan akan. Canda tawa yang akan selalu terkenang, ayooo terus semangat yaa….. !!.

8.      Seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Terima kasih telah membantu menyelesaikan laporan ini, semoga ALLAH SWT membalas kebaikan kalian, amin. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf atas segala kekurangan. Atas segala bantuan dan dukungan yang telah diberikan, semoga mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Amin.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
















BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk kegiatan yang memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup ditengah-tengah masyarakat di luar kampus. Sekaligus sebagai proses pembelajaran serta mengabdi kepada masyarakat yang sedang membangun dan secara langsung mengidentifikasi serta menangani masalah-masalah pembangunan yang sedang dihadapi. KKN dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi dalam upaya meningkatkan misi dan bobot pendidikan pada Mahasiswa untuk mendapat nilai tambah yang lebih besar pada Pendidikan Tinggi.
      KKN ( Kuliah Kerja Nyata) dilaksanakan dimasyarakat diluar kampus dengan maksud meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat akan ilmu pengetahuan. Teknologi agama serta seni untuk melaksanakan pembangunan yang makin meningkat serta meningkatkan persepsi Mahasiswa tentang relevansi antara landasan teori yang diperoleh dibangku perkuliahan untuk diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat secara nyata.
      Bagi Mahasiswa kegiatan KKN merupakan pengalaman belajar baru yang tidak diperoleh didalam kampus. Dengan selesainya KKN Mahasiswa memiliki pengetahuan , kemampuan dan kesadaran baru tentang bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Secara sosiologis dalam kedirian manusia bahwa interaksi sosial adalah kebutuhan yang paling mendasar dalam menjalankan proses hidupnya. Interaksi sosial ini terbangun sebagai konsekuensi logis dari kesadaran manusia bahwa kebutuhan pada sisi–sisi tertentu kemanusiannya tidak dapat tercapai tanpa interaksi dengan sesamanya. Artinya manusiapun harus cerdas untuk menemukan model komunikasi yang mampu menjawab segala kebutuhan-kebutuhan tersebut tanpa ada diskriminasi atau dengan kata lain komunikasi yang terbangun harus mampu mengakomodir semua kepentingan, menyatukan dan mensinergiskan gerakan segala elemen masyarakat dalam struktur sosial yang sangat kompleks.
Saling tolong-menolong, saling menghargai, adanya pengakuan terhadap hak-hak individu, munculnya simpati, empati dan kepedulian sosial serta segala bentuk tindakan sosial yang banyak kita saksikan dalam aktivitas keseharian kita adalah manifestasi dari cita-cita mulia untuk memenuhi kebutuhan manusia tersebut. Makanya pranata sosial yang terbangun dalam masyarakat (community) harus dapat menciptakan keteraturan sosial, menjamin stabilitas sosial, jaminan rasa aman yang di peroleh setiap anggota masyarakat, menciptakan suasana yang nyaman dan tentram serta jaminan keselamatan lain.
Pendidikan Tinggi merupakan benteng terakhir dalam menghadapi segala goncangan dan problematika kebangsaan. Pendidikan Tinggi harus mampu berperan sebagai produsen pengetahuan, laboratorium pengujian kebenaran, menjaga aset pengetahuan, mampu mendiagnosa penyakit dan prolematika kebangsaan serta menformulasi resep alternatif yang solutif terhadap penyakit dan problematika tersebut, secara aktif dan kreatif menyusun metodologi yang proporsional dan profesional untuk mengaplikasikan segala gagasan dalam bentuk tindakan yang riil di masyarakat. Secara umum konsep operasional itu tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah salah satu bentuk mengejawantahan tri dharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat karena mahasiswa diberi kesempatan secara langsung bersentuhan dengan masyarakat untuk mengaplikasikan segala bentuk pengetahuan yang telah diperoleh di perguruan tinggi sekaligus Kuliah Kerja Nyata adalah ruang pembelajaran yang baru bagi mahasiswa untuk pengembangan dirinya.






B.     Tujuan dan kegunaan
Adapun tujuan dan kegunaan kegiatan KKN STKIP Taman Siswa Bima program pemberdayaan masyarakat, yaitu :
  1. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi strata satu di STKIP Taman Siswa Bima.
  2. Meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar.
  3. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memperhatikan, menjaga, dan memelihara lingkungan hidup, khususnya lingkungan sekitar.
  4. Merintis pembentukan lembaga/institusi peduli lingkungan hidup.
  5. Merintis program pembinaan lingkungan hidup.
  6. Sebagai implementasi dari pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan & pengajaran, Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
  7. Memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa tentang pembangunan masyarakat dan pengalaman kerja nyata pembangunan.
  8. Menjadikan lebih dewasanya kepribadian mahasiswa dan bertambah luasnya wawasan mahasiswa.
  9. Memacu pembangunan masyarakat dengan menumbuhkan motivasi kekuatan sendiri.
  10.  Mendekatkan perguruan tinggi kepada masyarakat



BAB II
PERUMUSAN MASALAH DAN PERENCANAAN KEGIATAN

A.    Materi kegiatan
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa STKIP Taman Siswa Bima Angkatan ke IV Tahun 2011 diselenggarakan sebagai salah satu kegiatan pengabdian terhadap masyarakat, di mana setiap mahasiswa dituntut untuk berperan aktif terhadap kegiatan-kegiatan yang ada disekitar masyarakat, tempat dimana penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) diadakan . Mahasiswa diharapkan dapat beradaptasi dan dapat menjalin kerja sama yang baik  dengan seluruh lapisan masyarakat. Selain itu mahasiswa diharapkan dapat membantu warga masyarakat sesuai dengan keahlian dan keterampilan yang dimiliki, serta diharapkan dapat menerapkan ilmu yang telah didapat ke dalam bentuk program kerja kegiatan yang bertujuan untuk membantu masyarakat sesuai dengan masalah yang timbul.
Berdasarkan survey dan observasi yang penulis lakukan di Desa O’o Kecamatan Donggo, baik dari sektor fisik maupun non fisik, maka penulis mencoba untuk membantu masyarakat sesuai dengan kemampuan penulis. Wujud bantuan tersebut dengan menginterpretasikan permasalahan ke dalam dengan masalah yang timbul.
Rencana program dan kegiatan yang di lakukan selama Kulia Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa STKIP Taman Siswa Bima Angkatan ke IV Tahun 2011 tertuang dibawah ini :
·         Bimbingan Belajar (bimbel).
·         Pemagaran.
·         Pengecetan.
·         Gotong – royong (kerja bakti, jum’at bersih).


B.     Lokasi dan Waktu Kegiatan
a.      Lokasi
Wilayah pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan IV Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Keguruan (STKIP) Taman Siswa Bima, berlokasi di  Kecamatan Donggo yakni Desa O’o yang terdiri atas  4 Dusun, 10 RT, dan 4 RW.
Dan pada kesempatan ini penulis selaku peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok I (Satu) ditempatkan di Desa O’o dengan beranggotakan sebanyak 11 Orang dari berbagai jurusan seperti Penjaskes, fisika, B. Inggris, dan Sejarah.

b.      Waktu Kegiatan.
Waktu Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa STKIP Taman Siswa Bima Angkatan ke IV Tahun 2011 dilakukan selama kegiatan program itu berjalan yaitu selama sebulan lebih mulai dari bulan Februari sampai dengan Bulan Maret.

C.    Sasaran Kegiatan
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa STKIP Taman Siswa Bima Angkatan ke IV Tahun 2011 mempunyai tiga kelompok sasaran kegiatan, yaitu mahasiswa, masyarakat, Siswa-siswi SDN. Dari ke tiga sasaran di atas mempunyai manfaat Masing-masing dari pelaksanaan KKN, yaitu sebagai berikut :


1)      Mahasiswa
·         Memperdalam pengertian mahasiswa tentang cara berpikir dan bekerja secara interdisipliner, sehingga dapat menghayati adanya ketergantungan dan kerjasama antar sektor.
·         Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa tentang manfaat IPTEKS yang dipelajari bagi pelaksanaan pembangunan.
·         Memperdalam penghayatan dan pengertian mahasiswa terhadap kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dalam melaksanakan pembangunan.
·         Terbentuknya kader-kader penerus pembangunan di dalam masyarakat.
·         Memperoleh manfaat dari bantuan tenaga mahasiswa dalam. Melaksanakan program dan proyek pembangunan.

2)      Masyarakat bersama Lembaga Pernerintah Desa dan Lingkungannya.

·         Memperoleh bantuan pemikiran IPTEKS dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan yang ada di Desa .
·         Memperoleh cara-cara baru yang dibutuhkan untuk merencanakan, merumuskan dan melaksanakan pembangunan, pendidikan, lingkungan dan keamanan warga masyarakat.
·         Memperoleh pengalaman dalam menggali serta menumbuhkan potensi swadaya masyarakat yang berkembang.
·         Terbentuknya kader-kader penerus pembangunan dalam masyarakat.
·         Memperoleh manfaat dan bantuan tenaga mahasiswa dalam melaksanakan program dan proyek pembangunan




3)      Siswa – siswi
·         Menambah wawasan pengetahuan siswa-siswi dalam pengembangan ilmu pengetahuan anak didik.
·         Sebagai modal dalam proses belajar di sekolah dan di luar sekolah.
·         Mampu mengembang potensi diri anak dalam hal belajar
·         Sebagai motivasi dalam proses belajar peserta didik.


D.    Prosedur Kegiatan
1)      Analisis Situasi
Kampung dusun O’o dan Dusun Langgentu dikelilingi oleh pegunungan dan berbukitan. Lingkungan kampung yang sangat dinggin sekali dengan jalan yang masih agak rusak sedikit membuat kondisi lingkungan dan masyarakatnya tidak sedikit yang teratur.  . terdapat banyak sawah dan kebun di desa O’o serta pohon-pohon yang rindang untuk pemandangannya, terutama yang mendominasi adalah sawah untuk tanaman padi serta kebun untuk tamanan kedelai. Selain itu banyak  untuk.dibudidayakan tanaman lainnya seperti tomat, jambu mete, cabe dan komoditas sayuran lain. Banyaknya kebun di desa ini lebih disebabkan suhu dingin dan udara sejuk yang sangat mendukung untuk bertanam sayuran.
Lingkungan kampung masih terasa rapi, tetapi jumlah pohon yang banyak rindang dibandingkan wilayah desa yang luas yang lainnya. Hal tersebut menjadikan jalan-jalan di kampung sudah terasa banyak  yang bagus karena di perbaiki beberapa waktu yang lalu. Di kampung ini juga banyak ditemukan kandang kambing yang terletak di sekitar rumah warga karena sebagian besar masyarakat berternak kambing, disamping ada yang berternak hewan lain seperti sapi, kerbau, kuda dan hewan yang lainnya..
Air di kampung ini sangat melimpah. Mayoritas air yang dipakai masyarakat berasal dari mata air Gunung yang sangat jernih. Akan tetapi ada pemandangan yang cukup mencolok saat melalui jalan utama yaitu  belum adanya pagar untuk pembatasan jalan dengan kuburan umum desa O’o. Hal ini berpengaruh pada pemandangan kuburan yang tidak terlihat rapi dan bersih.
Generasi muda cukup banyak, namun hanya sebagian kecil yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dari sekolah dasar. Hal ini dikarenakan kondisi social ekonomi masyarakat Desa O’o kurang memadai, sehingga mayoritas kaum muda lebih memilih mencari uang dari pada sekolah.
Kebersihan lingkungan di dua dusun Desa O’o dirasa kurang, Rutinitas penduduk pergi ke kebun dan sawah pada pagi hari dan baru pulang sore hari menjadi salah satu faktor penyebab terabaikannya kebersihan lingkungan. Faktor lain yang sangat berpengaruh adalah pendidikan penduduk yang relatif rendah sehingga kurangnya pengetahuan dalam menjaga lingkungan.
Banyaknya peternakan kambing dan sapi di desa O’o yang ditunjang dengan pengetahuan yang relatif minim tentang lingkungan diduga berpengaruh pada kondisi lingkungan. Hal ini terlihat dengan ditemukannya kotoran sapi dan kambing  di beberapa jalan umum dan gang-gang yang ada di lingkungan  Desa O’o. Kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan juga terlihat dari belum adanya tempat-tempat penampungan air yang banyak di setiap RW.

2)      Permasalahan
Kesadaran warga khususnya warga Desa O’o akan pentingnya menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan terlihat masih kurang. Hal ini disebabkan karena kesibukan mereka dalam menjalankan rutinitas pekerjaan yang banyak menyita waktu. Rata-rata aktivitas keseharian mereka adalah berangkat ke kebun, sawah pada pagi hari dan pulang pada sore hari. Hal ini mengakibatkan waktu yang tersisa untuk mengurusi urusan lain diluar pekerjaan sangat sedikit, termasuk mengurusi lingkungan sekitar. Sehingga lingkungan terlihat kurang terawat karena rendahnya kepedulian penduduk terhadap kebersihan lingkungan.
Dari uraian di atas, mahasiswa KKN STKIP Taman Siswa Bima dengan rencana program kerja di  Desa O’o Kecamatan Donggo memfokuskan program kerja  pada masalah , yaitu:
1.      Pemagaran kuburan umum di Desa O’o yang terdiri dari dua dusun yaitu dusun O’o dengan dusun Langgentu..
2.      Kebersihan lingkungan di Desa O’o yang terdiri dari yaitu Jum’at bersih dengan Kebersihan Lingkungan Desa O’o melalui gang dan parit-parit yang ada di Desa O’o.
3.      Pengembangan pendidikan melalui bimbingan belajar untuk anak-anak sekolah di SDN, SMP, dan SMA.
4.      Pengembangan di bidang olahraga dengan mengadakan Pertandingan Futcal antar Club di Desa O’o.
















BAB III
PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
A.    Pelaksanaan dan Pembahasan
KKN adalah bentuk kongkrit pelayanan mahasiswa  terhadap masyarakat. Dalam proses pelaksanaan KKN, mahasiswa selaku pelaksana KKN selalu menawarkan program-program kerja yang ingin dilaksanakan. Program-program tersebut di bagi menjadi dua kategori yaitu kegiatan nonfisik dan fisik. Demikian juga halnya yang dilakukan oleh mahasiswa KKN di desa o’o kecamatan Donggo.
1.      Program Non Fisik
a.      Bimbel ( bimbingan belajar ) Bahasa Inggris
Sesuai dengan rencana program yang dicanangkan Mahasiswa KKN STKIP Taman Siswa Bima, bahwa kegiatan  yang dilaksanakan di Desa O’o adalah melaksanakan kegiatan bimbel. Sasaran kegiatan bimbel tersebut adalah pelajar SD, SMP dan SMA dengan tujuan untuk memberikan tambahan pelajaran diluar jam sekolah dengan membagi jadwal untuk SD setiap hari selasa sore dan untuk pelajar SMP dan SMA setiap hari kamis sore. jadwal bimbel tersebutpun di bagi lagi bergilir per minggunya karna lokasi kegiatan terdiri dari dua tempat yakni desa o’o dan dusun langgentu dengan materi bahasa inggris yang lebih beragam dan lebih.menyenangkan.

Rincian kegiatan bimbel adalah dapat di rumuskan dalam table di bawah ini :

Hari/tgl
Nama
Kegiatan
Materi
Lokasi
Sasaran
Masalah
Ket
Selasa, 15/2/2011
yuliana
Bimbel
Pembelajaran alphabet
Kantor desa O’o
Siswa-siswi SD
-
Lancar
Kamis 17/2/2011
yuliana
Bimbel
Simple present tense
Kantor desa O’o
SMP,SMA
-
Lancar
Selasa, 22/2/2011
yuliana
Bimbel
alphabet
Dusun langgentu
SD
Penguasaan kelas
Lancar
Jum’at 25/2/2011
yuliana
Bimbel
pronoun
Dusun langgentu
SMP/SMA
Kurang peserta
Lancar
Senin 28/2/2011
yuliana
Bimbel
family
SDN O’o
SD
Siswa kurang serius
Lancar
Selasa 29/2/2011
yuliana
Bimbel
Day and month
Kantor Desa O’o
SDN
-
Lancar
Kamis 31/2/2011
yuliana
Bimbel
To be
Kantor desa O’o
SMP
-
Lancar
Selasa 1/3/2011
yuliana
Bimbel
numbering
SDN Langgentu
SDN

lancar
Kamis 3/3/2011
yuliana
Bimbel
Past tense
SDN Langgentu
SMP/SMA
-
lancar
Selasa 8/3/2011
yuliana
Bimbel
animal
Kantor desa O’o
SD

Lancar
Kamis 10/3/2011
yuliana
Bimbel

Kantor desa O;o
SMP

Lancar
Selasa 15/3/2011
yuliana
Bimbel

SDN Langgentu
SD

Lancar
Kamis 17/3/2011
yuliana
Bimbel

SDN Langgentu
SMA

Lancer
Selasa 22/3/2011
yuliana
Bimbel

Kantor desa O’o
SD

Lancar
Kamis 24/3/2011
yuliana
Bimbel

Kantor desa O’o
SMP/SMA

Lancer






2.      Program Fisik
  1. Pemagaran Makam Umum Desa O’o
Pemagaran makam umum desa adalah salah satu program fisik yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN desa O’o. Hasil fisik yang didapat adalah pagar berbahan dasar bambu sepanjang  200 M dan bercat putih lengkap dengan plang makam..
  1. Pengecetan
Pengecatan pagar Desa pun termasuk dalam program andalan Mahasiswa KKN STKIP Taman Siswa Bima Angkatan ke IV Tahun 2011 di Desa O’o. program ini secara langsung tertuju pada pagar Kantor Desa yang berukuran 50 M yang sudah nampak pudar, sehingga mahasiswa berkeinginan untuk mengecat kembali pagar tersebut 
  1.  Kebersihan Lingkungan ( Jum’at Bersih)
Kegiatan rutin ini diadakan setiap hari jum’at dengan sasaran empat dusun yang ada di Desa o’o. Pembersihan lingkungan ini selalu di ikuti oleh masyarakat tiap dusun tersebut dan Masjid umum Desa O’o dan juga dusun Langgentu tidak lepas dari program tersebut .
  1. Pertandingan FUTCAL
Kegiatan olahraga ini beroreantasi pada pertandingan antar club di Desa o’o. kegiatan ini diprakarsai oleh Mahasiswa KKN STKIP Taman Siswa Bima Angkatan ke IV Tahun 2011 dan di dukung oleh pemuda dan tokoh-tokoh Desa. kegiatan yang menarik perhatian masyarakat Desa ini diadakan melalui beberapa tahapan yakni tahap pendaftaran yang diadakan mulai tanggal 22 sampai tanggal 26 april 2011. Pertandingan babak penyisihan  pun dimulai pada tanggal 27 dan mencapi final pada tanggal 5 April 2011 dengan lancar dan tampa hambatan berarti.
Rincian kegiatan yang dilaksanakan dalam program kerja KKN Mahasiswa STKIP Taman Siswa Bima Angkatan IV Tahun 2011 adalah dapat dilihat dari tabel dibawah ini :

Hari/tgl
Nama
program
Jenis kegiatan
sasaran
lokasi
hambatan
Ket
Kamis 10/2/11
yuliana
Persentasi program kerja
moderator
Aparat desa
Balai desa o.o
Sulit mencapai kesepakatan
Lancar
Jumat 11/2/11
yuliana
Observaisi desa
Observasi lingkungan
masyarakat
Desa o’o
       -
Lancar
Sabtu 12/2/11
yuliana
Perbaika n posko
Menyapu posko
Posko KKN
Posko KKN
       -
Lancar
Senin  14/2/11
yuliana
Kerja bakti
Angkut sampah
Halaman Balai desa o’o
Balai desa o’o
Kurang peralatan kerja
Lancar
Selasa 15/2/11
yuliana
sosialisasi
Sosialisasi program kerja
masyarakat
Dusun langgentu
Minimnya masyarakat
Lancar
Rabu 16/2/11
yuliana
Pembersihan makam desa o’o
Baker timbunan sampah
Makam umum desa o’o
Makam umum Desa o’o
      -
Lancar
Jum’at 18/2/11
yuliana
Pembersihan masjid desa o’o
-sapu lantai masjid
Masjid  desa O’o
Desa o’o
      -
Lancar
Senin 21/2/11
yuliana
Kunjungan ke SDN
Sosialisasi jadwal bimb
SDN desa o’o
Desa o’o
      -
lancar
Selasa 22/2/2011
yuliana
Rapat program kerja
moderator
Aparat desa, tomas,toga, pemuda
Balai desa o’o
-sulit mencapai kesepakatan
lancar
Rabu 23/2/11
yuliana
Pembersihan masjid
Jemur karpet, sapu lantai
Masjid
Dusun langgentu
       -
Lancar
Jum’at 25/3/11
yuliana
Pemagaran makam umum
Beli paku, air minum
Makam umum
Desa o’o
       -
Lancar
Jum’at 4/3/2011
yuliana
Pemagaran makam umum
Paku pagar, angkut saampah
Makam umum
Dusun langgentu
         --
Lancar
Sabtu 5/3/2011
yuliana
Cat pagar makam
Cat pagar
Makam umum
Dusun langgentu
-minim swadaya masyarakat
-kurang partisipasi masyarakat
Lancer
Selasa 8/3/2011
yuliana
Cat pagar makam
Cat pagar, buat saluran air
Makam umum
Dusun langgentu
       -
Lancar








Rabu 9/3/2011
yuliana
Cat pagar makam
Cat pagar
Makam umum
Desa o’o

Lancer
Kamis  17/3/11
yuliana
Cat pagar balai desa
Cat pagar
Pagar balai desa
Desa o’o
Kurang bahan (cat)
lancar
Senin 21/3/11
yuliana
Rapat rencana kegiatan pertandingan futcal
moderator
-aparat desa
- pemuda
-tomas, toga
Balai desa o’o
       -
lancar

Senin 21/3/11
yuliana
Pembentukan panitia futcal
natulen
pemuda
Posko KKN
Minim anggota yang hadir
lancar
Selasa-jumat
22-25/3/11


Yuliana
Pendaftaran peserta pertandngan futcal
Catat nama team
masyarakat
Posko KKN
Peserta terlambat membayar administrasi
lancar
Jum’at-sabtu
25-26/3/11


yuliana
Perbaikan lapangan dan persiapan sarana pertandingan futcal
-timbun lubang dalam lapangan
-buat jarring gawang
Lapangan bola mini
Desa o’o
-cuaca
-kurang partisipasi masyarakat
lancar

27/3 -

3/4/ 2011

Yuliana
Pertandingan futcal babak penyisihan
-operator
-siapkan kursi tamu undangan
Lapangan mini
Desa o’o
-cuaca
-pertengkaran antar peserta
lancar
Selasa  5/4/11
yuliana
Final pertandingan futcal
operator
Lapangan mini
Desa o’o
-cuaca
lancar
 Selasa  5/4/11
yuliana
Rapat panitia perpisahan
Natulen
Pemuda desa
Posko KKN
- minim peserta rapat



lancar


B.     Hambatan dan cara penanggulangan
  1. Bimbel ( bimbingan belajar )
Program kegiatan yang berlatar belakang pendidikan ini, dalam proses pelaksaanya tidak luput dari hambatan. Kurangnya sarana dan prasarana pengajarana, cuaca, dan pembagian waktu yang harus dibagi perminggu secara bergantian antara deas o’o dan dusun langgentu, menjadi hambatan yamg harus dihadapi oleh mahasiswa KKN. Hambatan tesebut pun ditanggulangi dengan mengefisienkan jadwal pengajaran dan melengkapi buku panduan dan lebih intens mengsosialisasikan program bimbel tersebut dan rutin mengabsen pelajar yang menjadi peserta didik.

  1. Pemagaran makam umum desa
Program pemagaran makam  umum desa adalah program yang paling banyak mendapat hambatan. Hambatan yang paling sulit ditanggulangi adalah kurangnya masyarakat yang berpartisipasi sehinga swadaya masyarakat berupa bambupun sulit untuk terpenuhi. Hal itu tejadi karna pada saat berlangsungnya program kerja tersebut masyrakat sedang dalam masa panen dan persiapan untuk masa tanam selanjutnya. Masalah tersebut berhasil diatasi dengan menentukan hari yang tepat dimana masyarakat dapat meluangkan waktunya dan menempatkan para kepala dusun, ketua RT dan RW  masing-masing sebagai koordinator.


  1. Pengecetan pagar kantor desa
Program kegiatan pengecatan pagar kantor desa sedikit terhambat karna kurangnya bahan (cat). Masalah inipun dapat di tanggulangi dengan merevisi berbagai macam pengeluaran dan ditambah dengan menjalankan list donatur.

  1. Kebersihan Lingkungan ( Jum’at Bersih)
Program kegiatan kebersihan lingkungan (jum’at bersih) sedikit hambatan karna kurangnya koordinasi dan sosialisasi mahasiswa KKN dengan masyarakat ditambah dengan minimnya masyarakt yang terlibat karna waktu mereka tersita oleh kegiatan bertani mereka. Masalah tersebut dapat teratasi dengan membuat pertemuan dan menjadwalkan waktu yang tepat untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

  1. Pertandingan FUTCAL
Program kegiatan pertandingan futcal yang bertujuan untuk memasyarakatkan olah raga futcal ini pun tidak luput dari hambatan dan permasalahan, baik pada saat pendaftaran maupun pada saat pertandingan berlangsung juga dalam hal dana.Proses pendaftaran diawali dengan permasalahan peserta yang tidak setuju dengan jumlah uang pendaftaran, kemudian banyaknya team yang terlambat melunasi biaya administrasi. Pertandingan pun diwarnai dengan perslisihan para pemain yang berujung pada pertengkaran dan perkelahian, ditambah lagi dengan sarana yakni lapangan yang kurang memada.  Namun sejak awal pembentukan panitia, telah dibentuk seksi keamanan yang siaga dan langsung  menangani keributan yang terjadi di tengah lapangan  dan seksi perlengkapan yang mengurus berbagi perlengkapan yang dibutuhkan dan mempersiapkan lapangan untuk pertandingan. Hambatan dana pun dapat diatasi dengan membuat list donatur  yang akhirnya dapat memenuhi semua kebutuhan yang berkaitan dengan dana.

Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program
Banyak sekali faktor pendukung yang membuat program terlaksana dengan baik, diantaranya adalah sikap positif warga yang menyambut baik kedatangan mahasiswa KKN STKIP Taman Siswa Bima Angkatan ke IV Tahun 2011 ke Desa O’o Kecamatan Donggo. Selain itu dukungan dari para tokoh masyarakat dan aparat pemerintah setempat, baik dukungan secara moril maupun materiil. Adapun faktor utama yang membuat program terlaksana dengan baik adalah kekompakan kelompok kami dalam menjalankan program-program KKN.

Selain faktor pendukung, saya juga menemui beberapa hambatan dalam melaksanakan program. Diantaranya adalah keterbatasan dana dalam menjalankan beberapa program. Selain itu, saya juga cukup disibukkan dengan kegiatan-kegiatan lain di luar program, diantaranya adalah menjadi panitia . Dimana dalam kegiatan ini hampir 80% kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa, sehingga banyak waktu tersita. Hal ini mengakibatkan waktu untuk melaksanakan program sedikit berkurang.


















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Secara keseluruhan, kegiatan KKN berlangsung dengan baik. Program-program yang direncanakan dapat terealisasi dengan optimal dan tepat waktu. Hal ini tak luput dari kompaknya kerjasama dan dukungan dari semua anggota kelompok KKN-STKIP Taman Siswa Bima Angkatan ke IV Tahun 2011. Selain itu, terjalinnya hubungan baik dengan masyarakat Dusun O’o dan dusun Langgentu serta partisipasi pihak lain dalam membantu program kerja mahasiswa KKN di Desa O’o.


B.     Saran - Saran
Program KKN STKIP Taman Siswa Bima Angkatan ke IV Tahun 2011 adalah merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus tetap dilestarikan. Karena kegiatan ini sangat bermanfaat bagi semua pihak. Bagi mahasiswa yang akan diterjunkan, terlebih dahulu harus mengadakan observasi yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Karena langkah awal ini sangat menentukan dalam ketercapaian pelaksanaan program yang akan dilaksanakan.



DAFTAR PUSTAKA
-          pedoman buku panduan KKN STKIP Taman Siswa Bima  Tahun 2009
-          turtru
-          jy





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar